Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Thursday, 6 Rabiul Akhir 1440 / 13 December 2018

Igor Akinfeev, Loyalis CSKA Kebanggaan Rusia

Rabu 04 Jul 2018 06:41 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Israr Itah

  Penjaga gawang Rusia Igor Akinfeev.

Penjaga gawang Rusia Igor Akinfeev.

Foto: AP/Victor Caivano
Kiper 32 tahun ini menjadi pahlawan Rusia saat menaklukkan Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW-- Rusia kini punya idola baru bernama Igor Akinfeev. Kiper 32 tahun ini menjadi pahlawan Rusia saat menaklukkan Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2018.

Akinfeev unjuk kebolehan di depan 60 ribuan pendukung Rusia. Ia tampil 'menggila' menahan gempuran penyerang-penyerang ternama Spanyol. Skor akhir laga waktu normal memang 1-1. Tapi gol Spanyol tercipta malah dari hasil bunuh diri bek Sergei Ignashevich.

Peluang-peluang La Roja lewat kombinasi David Silva, Isco, Diego Costa, Koke dan bahkan ditambah si cerdik Andres Iniesta tak ada yang mampu menaklukkan ketangkasan Akinfeev di bawah mistar.

Kegemilangan pemain yang setia bersama CSKA Moskow itu mencapai puncaknya saat adu penalti. Dua tendangan eksekutor Spanyol, Koke dan Iago Aspas, kandas di tangan dan kaki kiper bertinggi badan 1,83 meter itu. Rusia lolos ke perempat final setelah unggul 4-3. Kebanggaan tambahan buat Rusia adalah laga di Stadion Luzhniki itu menjadi kemenangan pertama atas Spanyol dalam sejarah.

Baca juga: Harry Kane Menatap Sepatu Emas

"Kami berterima kasih kepada tuhan. Telah memberi kamim keberuntungan," kata Akinfeev usai mengalahkan Spanyol beberapa hari lalu, dikutip dari ESPN.

Akinfeev tak besar kepala menanggapi banyaknya pujian yang ia tuai. Bagi Pemain CSKA itu, kemenangan Rusia terwujud berkat kolaborasi semua tim yang diarahkan pelatih Stanislav Cherchesov.

Kunci kemenangan Rusia menurut Akinfeev adalah saat mereka fokus menahan gelombang serangan Spanyol di babak kedua waktu normal dan babak kedua perpanjangan waktu. Di situ, kata dia, semua pemain Rusia turun membantu pertahanan sehinga ia tidak terlalu repot menghalau peluang-peluang Spanyol.

Raja penalti sejak belia

Biasanya setiap tim nasional punya kiper yang menjadi ikon. Italia punya Gianluigi Buffon, Republik Ceska ada Peter Cech, Spanyol dengan Iker Casillas, dan Jerman dengan Oliver Kahn kemudian diteruskan Manuel Neuer. Sementara Rusia punya Igor Vladimirovich Akinfeev. Igor memulai karir profesional pada usia 16 tahun. Sejak dari belia, bakat Akinfeen sudah diamankan klub raksasa Rusia CSKA Moskow.

Sejak usia muda, Akinfeev memang sudah jeli membaca arah tendangan penalti lawan. Debut Akinfeev bersama klubnya yang berjuluk Krasno-sinie menahan penalti pemain  FC Krylia Sovetov di Stadion Samara. Debut Akinfeev ditandai dengan kemenangan clean sheet 2-0.

Penampilan cemerlangnya bersama CSKA membuat ia dilirik oleh tim nasional dua tahun kemudian. Debut Akinfeev bersama tim senior Rusia berlangsung saat ia berusia 18 tahun 20 hari. Walau laga debutnya dicoreng dengan kekalahan 2-3 dari Norwegia, publik Rusia cukup bangga dengan masa depan Akinfeev yang bermain meyakinkan di bawah mistar.

Piala Dunia 2018 ini bisa jadi momentum buat Akinfeev untuk membuat puncak pendapaian di level internasional. Sejak Akinfeev menjadi andalan kiper timnas, Rusia baru di Piala Dunia kali ini melangkah sampai ke babak perempat final.

Lawan yang sudah menanti Rusia adalah Kroasia. Publik Rusia akan berharap banyak kepada Akinfeev saat melawan Kroasia yang berisi pemain bintang dunia seperti Mario Mandzukic, Ivan Perisic, dan Luka Moric.

Akinfeev berharap kerja sama apik timnya kembali bagus saat meladeni Kroasia di Stadion Fisht di hari Ahad (8/7) nanti. Akinfeev berpendapat seorang kiper tak dapat berbuat banyak melindungi gawangnya dari penyerang lawan tanpa adanya aksi peredaman dari lini tengah dan belakang tim.

"Kiper menjadi man of the match karena kerja sama semua pemain. Jadi, man of the match itu tak bisa satu orang. Ada 11 pemain," ujar Akinfeev.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

Selengkapnya
 
Terpopuler
 
Terkomentari