Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Sampaoli Minta Publik Argentina Berhenti Bebani Messi

Kamis 21 Jun 2018 08:41 WIB

Red: Ratna Puspita

Lionel Messi

Lionel Messi

Foto: EPA-EFE/Felipe Trueba
Publik Argentina perlu mengapresiasi semua yang telah dilakukan Messi untuk timnas.

REPUBLIKA.CO.ID, NIZHNY NOVGOROD -- Pelatih timnas Argentina mendesak para penggemar untuk berhenti menyalahkan Lionel Messi ketika pertandingan tidak berjalan sesuai rencana. Sampaoli meminta publik mengapresiasi semua yang telah dilakukan sang kapten untuk tim nasional selama bertahun-tahun.

Messi begitu marah dengan dirinya sendiri karena gagal mencetak gol melalui penalti pada pertandingan pembukaan tim Amerika Selatan itu melawan Islandia. Laga tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.

Turnamen tahun ini berpeluang besar menjadi kesempatan terakhirnya untuk meniru kesuksesan Diego Maradona menjuarai Piala Dunia untuk Argentina. "Messi tidak dapat menjadi satu-satunya orang yang disalahkan,” kata Sampaoli pada malam menjelang pertandingan mereka selanjutnya di Grup D Piala Dunia 2018 melawan Kroasia, Rabu (20/6) waktu setempat.

Ketika Messi mencetak gol, Sampaoli mengatakan, seluruh Argentina merayakannya. Maka ketika Messi gagal, ia melanjutkan, warga Argentina tidak dapat menyalahkan dia sendirian.

“Itu merupakan cara berpikir yang terlalu mudah," kata dia. 

Sampaolipun berusaha menenangkan Messi agar tidak terbebani dengan harapan publik Argentina. Ia mengatakan tim akan bersama Messi ketika beberapa hal berjalan dengan baik dan ketika beberapa hal tidak berjalan lancar

"Saya katakan kepada dia, ‘Ini adalah Piala Dunia untuk 40 juta (warga Argentina). Anda melakukan kesalahan, saya melakukan kesalahan, kami semua melakukan kesalahan’,” kata Sampaoli.

Banyak pihak beranggapan Argentina sangat tergantung kepada Messi, yang akan berusia 31 tahun pada akhir pekan ini. Sampaoli pun mengatakan obsesi terhadap Messi juga mengganggu kubu lawan.

Ia menerangkan, tim lawan kerap menempatkan dua hingga tiga pemain untuk menjaga pergerakan Messi. Kondisi ini akan membuat pemain Argentina lain dalam kondisi bebas. 

Pemain tersebut dapat memanfaatkan penjagaan ketat terhadap Messi untuk melakukan serangan. “Itulah yang terjadi saat melawan Islandia. Kami dapat mengambil keuntungan dari hal itu,” kata dia.

Sampaoli juga meminta publik Argentina berhenti berdebat mengenai apakah Messi lebih baik atau lebih buruk daripada Maradona, yang menjuarai Piala Dunia 1986. Sampaoli berharap mereka mengapresiasi kontribusi kedua orang itu terhadap sejarah olahraga negara mereka.

"Mereka berbeda. Konteks mereka berbeda," ucap dia.

Ia juga meminta para penggemar untuk melihat catatan keseluruhan Messi, yang merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa Argentina. "Dengan Leo, Argentina hanya kalah tiga atau empat kali... Ia adalah pahlawan nasional, sebagaimana Diego. Semua orang Argentina memiliki nomor sepuluh Messi dan nomor sepuluh Maradona, itu tidak ternilai."

Sampaoli sebenarnya juga berada di bawah tekanan setelah menjalani setahun yang tidak memuaskan saat mengarsiteki Argentina meski memiliki setumpuk talenta nomor satu. Ia pun dibombardir dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai keputusan kontroversialnya menggunakan tiga bek tengah.

Ia menegaskan hal itu memberinya fleksibilitas untuk beradaptasi dengan lawan-lawan yang berbeda. Namun, ia mengakui bahwa Argentina perlu lebih lentur pada permainan mereka.

Lawan mereka berikutnya, Kroasia, menang mudah 2-0 atas Nigeria pada pertandingan pertama mereka. Hasil ini menempatkan Kroasia di posisi teratas untuk lolos ke putaran berikutnya.

"Ini akan sulit. Kroasia memiliki generasi pemain yang luar biasa, yang mampu meraih kemenangan," kata Sampaoli.

Sumber : Antara/Reuters
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

Selengkapnya
 
Terpopuler
 
Terkomentari