Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Thursday, 7 Syawwal 1439 / 21 June 2018

Lima Hal yang Dinantikan dalam Laga Rusia Vs Arab Saudi

Kamis 14 June 2018 13:50 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Endro Yuwanto

Timnas Rusia

Timnas Rusia

Foto: EPA/KHALED ELFIQI
lLga ini tetap istimewa tak hanya karena ini pertandingan pertama Piala Dunia 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertandingan pertama Piala Dunia selalu istimewa. Hampir semua hal yang terjadi di pertandingan ini akan tercatat dalam sejarah.

Di atas kertas baik tuan rumah Rusia maupun Arab Saudi memang bukan tim yang diunggulkan pada Piala Dunia tahun ini. Tapi laga ini tetap istimewa tidak hanya karena ini adalah pertandingan pertama. Tapi juga kedua tim memiliki alasan khusus untuk memenangkan pertandingan ini.

Dilansir dari Real Sport 101, Kamis (14/6), ini adalah lima alasan mengapa pertandingan pembukaan Piala Dunia 2018 antara Rusia melawan Arab Saudi pantas untuk dinantikan.

1. Pertandingan Pertama Selalu Istimewa

Di laga pembukaan Piala Dunia biasanya selalu ada drama atau kejadian-kejadian yang menghibur. Pada Piala Dunia 2014 lalu Marcelo melakukan gol bunuh diri ketika tuan rumah Brasil menghadapi Kroasia. Tapi akhirnya Brasil berhasil menang 3-1 dalam pertandingan yang menegangkan.

Di Piala Dunia 2010, pemain Afrika Selatan Siphiwe Tshabalala mencetak gol pertama yang menakjubkan. Tendangan kerasnya meluncur ke sudut atas gawang Mesiko. Legenda Jerman Philipp Lahm juga mencetak gol yang serupa pada Piala Dunia 2006 ketika mengalahkan Kosta Rika 4-2. Pada pertandingan pembukaan Piala Dunia 2002, Senegal mencatatkan sejarah dengan mengalahkan Prancis 1-0.

2. Siapa yang Mencetak Gol Pertama?

Lima belas tahun ke depan pemain Rusia atau Arab Saudi akan dikenang di seluruh bar,kcafe, acara televisi di dunia. Setidaknya mereka akan masuk ke dalam pertanyaan kuis, siapa pencetak gol pertama di Piala Dunia 2018?

Pencetak gol pertama di Piala Dunia selalu dikenang. Tentu hal ini adalah sebuah kehormatan yang semua orang inginkan.

Memang selalu ada kemungkinan pertandingan pertama berakhir dengan skor 0-0. Namun terakhir kali pertandingan pertama Piala Dunia berakhir seri terjadi pada tahun 1978, ketika Jerman Barat menghadapi Polandia.

Dari Rusia, Fyodor Smolov yang menjadi pemain favorit mencetak gol pertama di Piala Dunia. Smolov juga pencetak gol terbanyak di klubnya FC Krasnodar. Penyerang Arsenal Tula Artem Dzyuba juga menjadi favorit, ia sudah mencetak 11 dari 23 penampilannya.

Di Arab Saudi, Mohammad Al-Sahlawi yang diharapkan mencetak gol pertama. Beban ini memang pantas ia terima dengan 24 gol dari 40 penampilannya musim lalu. Ia juga mencetak 16 gol selama kualifikasi Piala Dunia tahun lalu.

3. Arab Saudi yang tidak Mau Menyerah

photo

Tim Arab Saudi berlatih di Stadion Luzhniki pada Rabu (13/6).

Rusia memiliki keunggulan dari berbagai aspek dalam pertandingan pembukaan ini. Bermain di kandang sendiri tentu meningkatkan motivasi pemain-pemain Rusia yang tidak mau dipermalukan di depan pendukung sendiri.

Tapi Arab Saudi juga datang ke Piala Dunia bukan hanya untuk menjadi penyemarak saja. Pasalnya, berada di Grup A Arab Saudi juga akan berhadapan dengan Mesir dan Uruguay. Keduanya jelas bukan tim yang mudah untuk disingkirkan dari fase grup.

Mesir memiliki Mohamed Salah yang sering disebut sebagai pemain terbaik di Eropa musim 2017/2018. Begitu pula dengan Uruguay yang memiliki banyak pemain kelas dunia seperti Luis Suarez dan Edison Cavani.

Karena itu, Rusia menjadi kesempatan Arab Saudi meraih poin. Walaupun gagal meraih kemenangan di tiga pertandingan persahabatan, tapi Arab Saudi hanya kalah dengan skor tipis dari 1-2 dari Italia dan Jerman. Hasil dua pertandingan pemanasan tersebut menunjukan Arab Saudi sanggup menghadapi tim-tim terbaik di dunia.

Sementara itu, Rusia hanya menjalani satu pertandingan pemanasan sebelum Piala Dunia. Rusia menahan imbang Turki 1-1 pada 5 Juni kemarin.

4. Kesalahan Igor Akinfeev

Fan Rusia sudah familiar dengan kesalahan yang dilakukan kiper timnasnya, Igor Akinfeev. Pada Piala Dunia 2014 buruknya penampilan Akinfeev membuat Rusia harus gagal mendapatkan dua poin penting saat menghadapi Korea Selatan.

Kala itu bola yang ditendang Lee Keun-ho terlepas dari cengkraman Akinfeev. Membuat pertandingan pun berakhir seri 1-1. Di laga terakhir fase grup ketika Rusia memiliki kesempatan melaju ke babak berikutnya setelah sempat memimpin 1-0 dari Aljazair, Akinfeev kembali membuat kesalahan.

Akinfeev salah memperhitungkan jatuhnya bola tendangan sudut. Akhirnya Islam Slimani berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulannya. Akinfeev membuat Rusia kehilangan empat poin di Piala Dunia 2014.

Semua mata akan tertuju pada Akinfeev, menunggu kesalahan yang ia lakukan pada pertandingan pembukaan nanti.

5. Pertandingan yang Ditentukan oleh Lini Tengah

Baik Rusia maupun Arab Saudi cenderung berusaha sekuat tenaga untuk mencetak gol pertama di pertandingan ini. Maka ada kemungkinan laga ini akan ditentukan oleh lini-tengah masing-masing tim.

Arab Saudi bisanya bermain lebih kompak, dengan gaya bermain yang defensif dan memperkuat lini-tengah dengan lima orang gelandang.

Sementara, kemungkinan besar Rusia akan bermain menyerang. Menggunakan formasi 3-4-3 atau 4-3-3. Gelandang CSKA Moscow Alan Dzagoev adalah andalan di lini tengah Rusia dan bisa menjadi penghubung efektif antara lini tengah dengan lini depan.

Pemain berusia 27 tahun tersebut memiliki banyak pengalaman membela Tanah Airnya. Diprediksi dengan operan-operan jarak jauh yang akurat ia akan menjadi pusat permainan Rusia.

Sementara itu, Taisir Al-Jassim yang kini berusia 33 tahun akan bertugas mengamankan lini-pertahanan Arab Saudi. Pemain yang sudah bermain 132 pertandingan untuk Arab Saudi tersebut dapat menyalurkan bola ke Mohammad Al-Sahlawi yang berada di lini depan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 

Jadwal Pertandingan

21 Jun 2018 20:00
Denmark vs Australia
22 Jun 2018 00:00
Prancis vs Peru
22 Jun 2018 01:00
Argentina vs Kroasia
Selengkapnya