Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Strategi MTSN 3 Bogor Kembangkan Nalar Siswa

Kamis 15 Nov 2018 13:30 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

MTSN 3 Bogor menggelar workshop Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan cara berpikir suprarasional dengan menghadirkan tim pelatih dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

MTSN 3 Bogor menggelar workshop Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan cara berpikir suprarasional dengan menghadirkan tim pelatih dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

Foto: kpm
Para guru mendapat pelatihan cara berpikir suprarasional.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR --  MTSN 3 Bogor sedang mempersiapkan strategi guna mewujudkan generasi unggul dan berkarakter. Pelatihan Matematika Nalaria Realistik menjadi strategi MTSN 3 Bogor untuk menembangkan nalar matematika.

Pada hari Sabtu-Ahad, 10-11 November 2018 lalu, lembaga pendidikan yang beralamat di Jl. Raya Karadenan, Karadenan, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, menggelar workshop Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan cara berpikir suprarasional dengan menghadirkan tim pelatih dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

“Sebagai lembaga pendidikan besar yang berlandaskan Islam, MTSN 3 Bogor berikhtiar  mewujudkan pendidikan bermutu. Kami memandang, pelatihan Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan Cara Berpikir Suprarasional sangat tepat untuk menuju proses tersebut,” ujar Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas Badrudin.

photo
MTSN 3 Bogor menggelar workshop Matematika Nalaria Realistik (MNR) dan cara berpikir suprarasional dengan menghadirkan tim pelatih dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM).

MTSN 3 Bogor pun melibatkan puluhan staf, guru, perwakilan orang tua, dan siswa untuk mengikuti pelatihan bersama pelatih dari KPM, yakni Ryky Tunggal Saputra Aji dan Taufik Hidayah. Selama dua hari, para peserta mendapatkan pengalaman berkesan dengan sajian materi MNR dan suprarasional.

Ika Nurmustika Hanimah, mengabdi sebagai guru matematika kelas 7 dan 9, membuatnya merasa bahagia dan bersyukur karena berkesempatan mengikuti pelatihan yang luar biasa bersama tim KPM.

"Pendidikan karakter ala KPM ini betul-betul harus terus berkelanjutan, bahkan hingga tingkat nasional,” ujar dia.

Sementara itu, Zumiyarni selaku guru BK menilai penyelenggaraan pendidikan sedang mengalami degradasi moral yang cukup mengkhawatirkan. “Namun masih ada harapan untuk dapat diperbaiki, yakni melalui praktik kolaborasi antara MNR dan suprasional.  Dua faktor penunjang inilah InsyaAllah akan menjaga kredibilitas dunia pendidikan di negeri ini,” ucap Zumiyarni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA