Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Survei: Pemilih Cenderung Ikuti Imbauan Tokoh Agama

Rabu 14 Nov 2018 16:27 WIB

Red: Ratna Puspita

Peneliti LSI, Ikrama Masloman

Peneliti LSI, Ikrama Masloman

Foto: Republika TV/Fakhtar Khairon Lubis
Sebanyak 51,7 persen masyarakat cenderung mengikuti imbauan tokoh agama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyebutkan tokoh agama merupakan orang yang paling kuat pengaruhnya terhadap pemilih. Sebanyak 51,7 persen masyarakat cenderung mengikuti imbauan tokoh agama.

"Sebesar 51,7 persen pemilih menyatakan mereka sangat mendengar imbauan tokoh agama seperti ulama, pastor, biksu dan lain-lain," kata Peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (14/11).

Dia mengatakan tokoh yang lain hanya dibawah 20 persen, misalnya imbauan politisi hanya 11 persen dan hanya 4,5 persen terpengaruh pendapat pengamat. Menurut dia, imbauan profesi pengusaha 3,5 persen, akademisi kampus 1,8 persen, aktivis LSM 1,7 persen, artis terkenal 1,1 persen dan yang tidak menjawab sebesar 24,7 persen.

"Responden yang menyatakan tokoh agama paling kuat pengaruhnya merata di semua segmen pemilih seperti yang berpendidikan tinggi-rendah, berpendapat tinggi dan 'wong cilik', pemilih milenial maupun lansia, dan semua segmen pemilih parpol dan capres," ujarnya.

Survei LSI Denny JA tersebut dilakukan sejak 10-18 Oktober 2018 melibatkan 1200 responden dengan "margin of error" kurang lebih 2,8 persen. Wawancara survei dilakukan dengan tatap muka menggunakan kuesioner terhadap responden yang terpilih melalui metode multistage random sampling.

Selain menggunakan metode kuantitatif, survei tersebut dilengkapi dengan riset kualitatif melalui metode forum group disccusion, analisis media, dan wawancara mendalam dengan biaya survei secara mandiri.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA