Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

Thursday, 9 Sya'ban 1441 / 02 April 2020

BNPB Imbau Masyarakat Waspadai Bencana Longsor

Senin 12 Nov 2018 21:58 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Bayu Hermawan

Kepala Pusat data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho

Kepala Pusat data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
BNPB mengatakan lonsor menjadi bencana paling mematikan sejak 2015 hingga 2017.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bencana longsor, seiring meningkatnya curah hujan. BNPB mengatakan, sejak 2015 hingga 2017, longsor menjadi bencana yang paling mematikan.

"Jutaan masyarakat terpapar dari bahaya longsor dengan kemampuan mitigasi yang sangat minim. Itulah yang terjadi, saat hujan deras terjadi longsor dan akhirnya menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (12/11).

Seperti bencana longsor yang kembali terjadi di Selalejo Timur Kecamatan Maponggo Kabupaten Negekeo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (12/11) pagi. Sutopo mengungkapkan hujan deras yang berlangsung sejak Ahad malam hingga Senin pagi telah menyebabkan longsor menimbun 5 unit rumah.

"Tiga orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor yaitu Paulus Loi (70), Paulina Makmuku (45) dan Damanus Labo (25). Sebanyak 5 KK atau 22 jiwa terdampak longsor," ujar Sutopo.

Sutopo menyebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo dan aparat setempat telah mengevakuasi korban. Saat ini bantuan telah disalurkan untuk korban terdampak.

Sementara itu, di tempat lain di Sumatera Utara longsor yang terjadi pada Sabtu (10/11) lalu di Desa Sukamayu Mohili Kecamatan Gomo Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, proses pencarian korban longsor masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. "Dari tujuh orang yang tertimbun longsor, satu orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sedangkan enam orang diduga masih tertimbun longsor," jelasnya.

Untuk menanggulangi bencana longsor ini, Tim SAR gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, SKPD, relawan dan masyarakat masih melakukan pencarian. Kendala di lapangan adalah jalan yang berlumpur, berbatuan dan bergelombang menyulitkan akses ke lokasi kejadian. Areal longsoran juga luas dan tebal. Alat berat diperlukan untuk membantu mencari korban.

"Hujan akan terus meningkat. Bahaya longsor juga akan meningkat," katanya.

BNPB mengimbau kepada masyarakat dan Pemda untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi longsor. Peta daerah rawan longsor dapat diunduh di website Badan Geologi. Beberapa tips menghadapi longsor dapat diunduh di website BNPB.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA