Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Dana Desa Mampu Tekan Pengangguran

Ahad 11 Nov 2018 19:30 WIB

Red: Gita Amanda

Dana desa/ilustrasi

Dana desa/ilustrasi

Foto: ist
Pembangunan infrastruktur yang memberdayakan warga desa jadi komitmen pemerintah desa

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Program pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sebagai penunjang menuju sentra produksi pertanian dengan menggunakan Dana Desa dapat menekan angka pengangguran bagi warga Desa Lagundi, Sulawesi Tenggara. Pembangunan infrastruktur dari Dana Desa mampu melibatkan dan memberdayakan warga.

Kepala Desa Lagundi, La Andy melalui saluran telepon dari Kendari, Ahad (11/11), mengatakan pembangunan infrastruktur Jalan Usaha Tani yang memberdayakan warga desa menjadi komitmen pemerintah desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD). Seluruh kegiatan pembangunan yang dananya bersumber dari Dana Desa berdasarkan musyawarah warga, perangkat desa dan badan perwakilan desa.

"Tidak ada program yang dibuat atas keinginan secara pribadi kepala desa," katanya.

Dalam pelaksanaan program kegiatan desa, khususnya pekerjaan fisik lapangan mempekerjakan warga desa sehingga mereka memperoleh pemasukan. "Hakekat dari Dana Desa dan anggaran Dana Desa dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah adalah menysejahterakan masyarakat sehingga warga dilibatkan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan," katanya.

Ia memberi contoh, peningkatan pekerjaan jalan usaha tani sepanjang 1,4 kilometer dengan lebar empat meter direncanakan dikerjakan secara manual oleh warga desa. "Sebagian pekerjaan menggunakan alat berat demi menjaga kualitas jalan. Itu pun berdasarkan saran warga sehingga tidak ada yang dirugikan," katanya.

Pekerjaan peningkatan Jalan Usaha Tani di Desa Lagundi, Kecamatan Kambowa, Kabupaten Buton Utara yang sudah selesai dilaksanakan menghabiskan anggaran Rp 300 juta. Sedangkan upah kerja warga sebesar Rp 105 ribu per hari.

Kepala BPD Lagundi Syahrula mengatakan pelaksanaan pekerja peningkatan Jalan Usaha Tani sepanjang 1,4 kilometer sempat menjadi sorotan karena menggunakan alat berat. Dalam perencanaan pelaksanaan pekerjaan dan penganggaran menggunakan tenaga manual atau dikerjakan oleh manusia. Kenyataannya sebagian item pekerjaan menggunakan alat berat. Hal ini perlu penjelasan agar tidak menimbulkan masalah hukum dikemudian hari.

Ia menambahkan kritikan, sorotan  atau apa pun namanya tidak bertujuan menjerumuskan pihak pelaksana pekerjaan. Tetapi sebagai wujud konsistensi terhadap hasil rapat yang melibatkan para pemangku kepentingan lainnya.

Anggota DPRD Buton Utara, Muliadin Salenda mengapresiasi pembangunan Jalan Usaha Tani karena membuka akses para petani mengangkut hasil panen. "Adanya jalan usaha tani maka petani semakin mudah pergi pulang ke kebun dan tidak kesulitan mengangkut hasil panen," kata Muliadin, politisi Partai Demokrat.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA