Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Adab Muslimah Ketika Berduka

Sabtu 10 Nov 2018 06:31 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Agung Sasongko

Ilustrasi Muslimah

Ilustrasi Muslimah

Foto: EPA/Mast Irham
Kesabaran dalam menghadapi kebaikan adalah satu bentuk kebaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tragedi jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 meninggalkan duka bagi masyarakat Indonesia.Tidak sedikit istri yang harus menyandang status janda karena kehilangan suami yang menjadi penumpang atau awak pesawat. Duka pun harus mereka rasakan akibat kehilangan suami tercinta.

Kesedihan mendalam yang dirasakan jangan sampai menjadi musibah di akhirat karena telah salah berbuat selama di dunia. Untuk menghadapi ini, ada beberapa hal yang harus dipahami oleh seorang Muslimah jika ditinggal meninggal oleh sang suami.

Pertama, dia harus mengasah kesabaran jiwa dalam menghadapi musibah tersebut. Dan sungguh Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS al-Baqarah ayat 155).

Kesabaran dalam menghadapi sebuah musibah adalah salah satu bentuk kebaikan seorang hamba Allah SWT.Rasulullah SAW dalam HR Muslim pernah bersabda, Sungguh mengherankan perkara seorang Mukmin itu.Sesungguhnya seluruh perkaranya adalah baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin.Jika mendapat sesuatu yang menggem- birakan, dia bersyukur maka itu kebaikan baginya. Jika ditimpa keburukan, dia bersabar maka itu kebaikan baginya.

Seorang wanita yang ditinggal meninggal suaminya hendaknya tidak mengumbar kesedihannya. Apalagi, menyimpan kesedihan tersebut hingga berhari-hari dan menghabiskan harinya dengan menangis. Ini merupakan salah satu contoh ketidaksabarannya dalam menghadapi musibah yang ada. Bahkan, bisa saja karena perilaku sang istri, hal ini dicatat sebagai dosa bagi dirinya dan si mayit.

Dua perkara yang terdapat pada manusia dan hal itu merupakan bentuk kekufuran adalah mencela nasab dan meratapi mayit. (HR Muslim). Seorang Muslimah yang terus meratapi mayit pun terancam dipakaikan celana dari timah cair dan baju dari kudis pada hari kiamat (HR Muslim). Mereka pun akan dikenakan azab kubur.

Hendaknya seorang wanita yang sedang mengalami musibah bisa bersabar dan mengucapkan istirja' dan doa.(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun, sabda Allah dalam QS al-Baqarah: 156.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA