Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Muhammadiyah: Kasman Berjasa Atas Terciptanya Darul Mitsaq

Kamis 08 Nov 2018 19:49 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Gita Amanda

Kasman Singodimejdo

Kasman Singodimejdo

Foto: Wikipedia
Kasman berjasa dalam perumusan sila pertama Pancasila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2018 mendatang, Pemerintah Indonesia berencana akan memberikan gelar kepada salah tokoh yang pernah aktif dalam organisasi Muhammadiyah, yaitu Kasman Singodimejdo. Dia adalah salah satu tokoh pejuang kemerdekaan.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Anwar Abbas mengatakan, Kasman sangat berjasa dalam terbentuknya Indonesia sebagai negara kesepakatan atau darul mitsaq. Menurut dia, Kasman Singodimejdo memiliki andil besar dalam terciptanya kesepakatan itu.

"Pak Kasman adalah satu satu tokoh yang berjasa dalam membangun kesepakatan di negeri ini, sehingga kita menjadi suatu bangsa yang kuat, utuh, dan yang bersatu," ujar Anwar saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (8/11).

Dia menuturkan, Kasman merupakan Jaksa Agung pertama yang ikut berpendapat dalam perumusan sila pertama Pancasila. "Ketika terjadi deadlock mengenai sila pertama tentang ketuhanan yang maha esa, yang berjasa mengenai itu Pak Kasman itu, sehingga terjadilah kesepakatan," ucapnya.

"Jadi Pak Kasaman adalah orang yang berjasa terhadap negeri ini, terutama di dalam menyelesaikan perbedaan pendapat tentang sila pertama dari Pancasila," kata Anwar.

Di kalangan Muhammadiyah sendiri, menurut dia, Kasman di kenal sebagai sosok tokoh yang sederhana dan berani. Bahkan, kata dia, Kasman pernah menangkap seorang pencuri saat naik bus kota.

"Pak Kasman adalah sosok yang menarik dan orang yang sangat sederhana, ke mana-mana suka menggunakan bus kota dan ketika di atas bus kota, kata teman saya, dia pernah ringkus copet," jelasnya.

Selain sangat sederhana, tambah dia, Kasman juga dikenal sebagai tokoh yang humanis. "Jadi kata teman saya dia pernah meringkus copet di atas bus kota, padahal dia mantan Jaksa Agung. Itu bagi saya sangat menarik. Jadi beliau sosok yang humanis," kata pria yang akrab disapa Buya Anwar ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA