Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Tuesday, 12 Safar 1442 / 29 September 2020

Peneliti LIPI Ingatkan Jokowi-Ma'ruf Tetap Waspada

Rabu 07 Nov 2018 03:45 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Muhammad Hafil

Peneliti Lipi, Hermawan Sulistyo

Peneliti Lipi, Hermawan Sulistyo

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Terdapat potensi perubahan persentase suara di Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berbagai hasil survei menyatakan pasangan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul atas pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Namun,  peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hermawan Sulistyo, mengatakan kepada Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf untuk berhati-hati terhadap hasil survei tersebut.

"Bagi saya ketika pengumuman Jokowi-Ma'ruf itu pertandingan sudah selesai. Pertanyaan tim Sandi dan Prabowo hanya bisa memperkecil kekalahan dan bisa berbahaya kalau tim (Jokowi-Ma'ruf) santai," kata dia di Cikini, Selasa (6/11).

Berdasarkan hasil survei, lanjutnya, persentase antara Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandi semakin menipis. Sampai saat ini, pasangan Jokowi-Ma'ruf unggul di Jawa Barat dengan elektabilitas 28,8 persen. Sementara elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi 23,7 persen.

"Tetapi, makin lama (jarak dengan Prabowo-Sandi), makin menipis. Contoh survei sudah sangat dekat kalau critical area, seperti Jawa Barat digarap serius bisa kalah, di kantong-kantong yang sudah kalah margin bisa melebar," ujarnya.

Terlebih lagi, menurutnya, terdapat potensi perubahan persentase suara di Jawa Barat mengingat masih terdapat potensi pemilih yang merahasiakan jawaban 29,8 persen. Sisanya sebesar 17,8 persen menyatakan belum mempunyai pilihan. "Artinya masih bisa berubah," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA