Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Monday, 5 Jumadil Akhir 1442 / 18 January 2021

Susu Gandum, Sehatkah?

Selasa 06 Nov 2018 05:08 WIB

Rep: Nora Azizah/ Red: Indira Rezkisari

Oat atau gandum, bahan pembuat susu gandum.

Oat atau gandum, bahan pembuat susu gandum.

Foto: Pixabay
Susu gandum mengandung serat tertinggi dari semua produk susu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebelumnya susu sapi menjadi satu-satunya susu yang bisa dituangkan ke dalam kopi. Kemudian muncul jenis susu nabati, seperti susu kedelai dan almond. Belum lama ini oat milk atau susu gandum menjadi tren dan kian populer di kalangan peminum susu. Namun beberapa pertanyaan muncul terkait susu oat, apakah susu ini lebih sehat dikonsumsi?

Melansir laman Health.com, susu oat pada dasarnya minuman 'bebas susu' sebagai alternatif yang terbuat dari gandum. "Bentuk dasarnya merupakan campuran antara gandum dan air," kata Jim White, ahli fisiologi olahraga dan pemilik Jim White Fitness and Nutrition Studios di Virginia. Cara pembuatannya dengan rasio satu cangkir oat dan 3/4 air.

Beberapa merek menambah kandungannya dengan vitamin dan mineral. Ada pula yang menambahkan gula, garam, hingga pengawet.

Apabila melihatnya dari sudut pandang nutrisi, susu gandum tergolong sehat. Satu cangkirnya rata-rata memiliki 120 kalori, 5 gram lemak total, 16 gram karbohidrat, 2 gram serat, 7 gram gula, serta 3 gram protein.

Susu oat juga mengandung serat jantung sehat tertinggi dari semua produk susu. "Serat ini penting karena memiliki beberapa manfaat," lanjut White. Beberapa manfaatnya bagi kesehatan antara lain, mengatur gula darah, mengikat kolesterol, membantu pergerakan usus sehat, serta memberikan rasa kenyang.

Oat milk juga mempunyai kandungan manfaat kesehatan lain. Salah satunya, menyediakan sekitar sepertiga dari asupan beta glucan harian yang direkomendasikan. Zat ini merupakan sejenis gula yang bisa mengatur kadar kolesterol. Susu gandum juga berkontribusi memberikan asupan 25 persen kalsium harian dari satu cangkir. Kemudian susu gandum juga menyumbang 20 persen asupan vitamin D.

Meski sehat, susu oat tergolong minuman yang paling tinggi kalori dari jenis susu lainnya. Tetapi minuman ini bisa menjadi alternatif bagi orang dengan alergi laktosa, kacang, dan gluten. Namun ada pula yang mengandung gluten karena sebagian besar oat diproduksi dengan gluten. Itu sebabnya wajib membaca kemasan sebelum membeli, khususnya bagi mereka yang memiliki penyakit celiac.

Rasanya yang enak dan serbaguna membuat susu gandum menjadi minuman alternatif non susu yang wajib masuk keranjang belanja. Tekstur susunya lebih kental sehingga lebih nikmat menjadi campuran kopi daripada kedelai, khususnya coffee latte. Susu gandum juga bisa menjadi alternatif bahan masakan pengganti susu sapi.



BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA