Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

HBO Keberatan Trump Gunakan Istilah "Game of Thrones"

Senin 05 Nov 2018 01:17 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di New York pada Kamis (26/9) waktu setempat.

Presiden AS Donald Trump dalam konferensi pers di New York pada Kamis (26/9) waktu setempat.

Foto: AP Photo/Mary Altaffer
HBO meminta trade mark merekd dagangnya tidak digunakan untuk kegiatan politik

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tim media sosial Donald Trump memutuskan untuk mencoba mengambil perhatian dengan kesuksesan serial "Game of Thrones" pada hari Jumat (2/11). HBO selaku pemilik hak siar atas serial itu mengungkapkan keberatan atas pemanfaatan tersebut.

"Bagaimana Anda mengatakan penyalahgunaan merek dagang di Dothraki?" tulis HBO melalui akun Twitter menanggapi penggunaan dunia "Game of Thrones" oleh Trump. Dothraki merupakan salah satu bahasa yang digunakan oleh salah satu kelompok di serial tersebut.

Dalam kicauan dalam akun Twitter Trump, menyinggung serial yang akan menghadapi musim terakhirnya tahun depan.  Dalam kicauan tersebut menulis "SANCTIONS ARE COMING NOVEMBER 5" dengan font khas untuk penulisan serial itu.

Kata Sanctions Are Coming ini merujuk pada penggunaan kalimat "winter is coming" yang sering digaungkan oleh House Stark. Pencatutan ini dilakukan untuk tim Trump dalam mengacu pada hari dimana sanksi terhadap Iran akan kembali berlaku setelah Trump menarik diri dari kesepakatan yang ditangguhkan pada bulan Mei.

Hal ini pun mendapatkan tanggapan negatif dari banyak pihak, termasuk pemeran serial tersebut. Contoh saja Sophie Turner yang berperan sebagai Sansa Stark menanggapi kicauan itu dengan menuliskan "Ew". Sedangkan Maisie Williams yang berperan sebagai Arya Stark memilih mengomentari dengan mengatakan "Tidak hari ini."

HBO pun menambahkan keterangan dalam sebuah pernyataan NBC dengan mengatakan "Kami tidak mengetahui pesan ini dan lebih suka merek dagang kami tidak disalahgunakan untuk tujuan politik."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA