Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Haedar: Umat Islam Jangan Aksi Terus, Lupa Pekerjaan

Ahad 04 Nov 2018 04:29 WIB

Red: Ratna Puspita

Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir

Ketua Umum Muhammadiyah Haedar Nasir

Foto: ROL/Afif Rahman Kurnia
Pekerjaan rumah yang harus diselesaikan cukup banyak seperti pemberdayaan ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan umat Islam harus saksama dan jangan masuk pada proses yang terpolitisasi. Di alam demokrasi, aksi apa pun harus dihargai sejauh sesuai dengan ketertiban umum. 

Haedar mengatakan hal itu kepada wartawan saat ditanya sikap Muhammadiyah terhadap sejumlah aksi massa yang marak terjadi, salah satunya Aksi Bela Tauhid 211. “Umat Islam jangan abai dengan aksi-aksi massa terus, lupa pada pekerjaan-pekerjaan yang strategis," katanya usai menjadi pembicara kunci dalam kegiatan "Bedah Buku Kuliah Muhammadiyah" di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (3/11).

Haedar mengaku telah menyampaikan imbauan agar umat Islam saat sekarang perlu lebih seimbang. Pekerjaan-pekerjaan rumah yang harus diselesaikan cukup banyak di antaranya meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat yang masih tertinggal. 

Selain itu, kata dia, penguasaan ilmu pengetahuan karena kualitas pendidikan bangsa Indonesia hingga saat ini belum merata. Menurut dia, pekerjaan rumah lainnya berupa membangun keunggulan sumber daya manusia.

Haedar menambahkan umat Islam juga harus saksama dan jangan masuk pada proses yang terpolitisasi. Sebab, pada era politik, apa pun ada unsur politisasi.

Menurut dia, politik dan politisasi itu wajar. Akan tetapi, ia mengatakan, ketika umat Islam masuk terus pada arena-arena yang punya peluang terpolitisasi, akan terjadi suasana fragmentasi di tubuh umat Islam.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA