Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Terlalu Gemuk atau Kurus Bisa Pangkas Usia hingga 4 Tahun

Kamis 01 Nov 2018 19:14 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pria kegemukan (obesitas)

Pria kegemukan (obesitas)

Foto: Reuters
Seseorang berusia 40 dengan berat ideal tak berisiko meninggal karena penyakit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berat badan yang tidak ideal adalah salah satu indikasi bahwa tubuh tidak sehat. Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Lancet bahkan menyebut terlalu gemuk atau terlalu kurus dapat memangkas usia hingga empat tahun, dilansir BBC.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang berusia 40 tahun dengan berat badan ideal sesuai standar indeks masa tubuh (BMI) memiliki risiko terendah meninggal karena berbagai penyakit. Namun orang yang beratnya berada di puncak dan dasar BMI berisiko memiliki usia pendek.

Penelitian yang dipublikasikan di Lancet Diabetes dan Endokrinologi menunjukkan bahwa usia harapan hidup laki-laki dan perempuan obesitas adalah 4,2 dan 3,5 tahun lebih pendek dari mereka yang memiliki berat bedan ideal.

BMI dikaitkan dengan semua penyebab kategori kematian kecuali karena kecelakaan, kanker, penyakit kardiovaskular dan pernapasan. Namun, menurut salah seorang peneliti Dr Krishnan Bhaskaran, tidak semua yang masuk kategori sehat berisiko paling rendah terhadap penyakit.

"Dalam banyak kasus kematian, kami menemukan bahwa ada level optimal BMI dengan risiko kematian meningkat baik di atas atau pun di bawah level tersebut," ujar Bhaskaran.

Dibandingkan BMI level optimum, kasus kematian pada BMI di bawah 21 lebih banyak dengan berbagai kasus. Oleh karena itu, berat badan rendah bisa menjadi pertanda kondisi kesehatan sedang buruk.  

Meski sejumlah peneliti mempertanyakan keakuratan BMI dalam menganalisa kondisi kesehatan seseorang, dosen senior di Universitas Exeter, Katarina Kos, tetap meyakini BMI adalah cara yang tepat melihat kondisi kesehatan.

"Untuk mayoritas orang, BMI adalah ukuran yang tepat," ujar Dr Kos.

Dr Kos menambahkan bahwa laporan para peneliti sebelumnya tidak mengandung banyak kejutan. Namun, orang dengan kelebihan berat badan yang bisa menurunkan BMI masih bisa meraih manfaat kesehatan. Demikian juga berlaku pada orang dengan berat badan di bawah rata-rata yang bisa menaikkan level BMI. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA