Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

Monday, 12 Rabiul Akhir 1441 / 09 December 2019

14 Inovasi Mahasiswa UMS Tersertifikasi HAKI

Rabu 31 Oct 2018 20:13 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Dwi Murdaningsih

Universitas Muhammadiyah Surabaya

Universitas Muhammadiyah Surabaya

Foto: istimewa/doc suara muhammadiyah
UMS ingin menjadi kampus dengan sejuta inovasi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Sebanyak 14 produk inovasi karya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) memperoleh sertifikasi Hak Kekayaan Inteletektual Indonesia (HAKI) dari Dirjen HAKI Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Rektor UMS Sukadiono pun bersyukur atas keluarnya sertifikat kepada 14 produk inovasi dari mahasiswanya.

Dia berharap hal itu bisa memotivasi mahasiswa dan dosen lain untuk terus melakukan inovasi baru dan memgharumkan nama kampusnya. Sukadiono juga berharap setiap produk inovasi yang dihasilkan benar-benar bisa bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita ingin menunjukkan kampus UMS sesuai dengan jargon kami yakni kampus sejuta inovasi. Harus ada karya inovasi yang mendapatkan HAKI sekaligus diaplikasikan di masyarakat," kata Sukadiono dalam siaran persnya, Rabu (31/10).

Beberapa produk inovasi yang mendapatkan sertifikat HAKI antara lain Formula Diapers Antiruam, hak cipta program untuk Portable ArtCres, hak cipta buku untuk inovasi Engklek Geometri.

Selain 14 produk inovasi yang mendapatkan sertifikat HAKI, empat karya inovasi pro diffabel juga diberikan penghargaan. Yakni inovasi Rancang Rumah Tuna Daksa untuk On/Off Lampu via Smartphone, Flashcard anak Retradasi Mental, Flashcard untuk Tunagrahita, dan Metode Thin Pair Share.

"Ini sebagai salah satu bentuk kepedulian kita karena selama ini kurang peduli terhadap saudara Asian Paragames 2018. Kita melihat potensi yang dimiliki keterbatsan tapi punya potensi," ujar Sukadiono.

Karya-karya itu, lanjut Sukadiono, diharapkan bisa merangsang kaum difabel bahwa mereka punya kelebihan dan potensi. Sekaligus penghargaan untuk pembuat karya ilmiah.

Dia mengatakan, sebagai bentuk dorongan kampus, ada Biro Administrasi Kemahasiswaan yang setiap tahun menghelar Pekan Inovasi Mahasiswa. Dari ratusan atau puluhan karya yang masuk, diberikan anugerah dan insentif serta diuruskan HAKI-nya.

"Hal itu agar mereka termotivasi yang benar-benar kredibel dan berkualitas sehingga tidak bisa diklaim orang lain. Setelah mendapat HAKI akan dikompilasi mana yang bisa diproduksi dan mana yang bisa dipasarkan," kata Sukadiono.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA