Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

Tuesday, 19 Zulhijjah 1440 / 20 August 2019

BNPT: Pembinaan Ideologi Bangsa di Lembaga Pendidikan Mutlak

Rabu 31 Oct 2018 14:12 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Esthi Maharani

BNPT

BNPT

Pembinaan ideologi upaya untuk menekan paham radikalisme dan intoleransi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris menegaskan, pembinaan ideologi bagi segenap generasi anak bangsa seperti halnya di lembaga pendidikan mutlak diperkuat. Hal itu dinilai penting sebagai upaya untuk menekan paham radikalisme dan intoleransi.

"Fenomena maraknya radikalisme di banyak kampus mengharuskan segenap civitas akademika segera merumuskan model pembinaan ideologi," kata Irfan ketika dihubungi Republika, Rabu (31/10).

(Baca: ITS Terapkan Permenristekdikti Pembinaan Ideologi)

Pada Senin (29/10) kemarin, Kementerian Rise, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menerbitkan Permenristekdikti Nomor 55/2018 tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Mahasiswa. Dalam aturan tersebut, kampus juga diwajibkan untuk membentuk Unit Kegiatan Mahasiswa Pengawal Ideologi Bangsa.

Namun begitu Irfan berpendapat agar model pembinaan ideologi mestinya bergantung kepada manajemen kampus masing-masing. Sehingga  model pencegahan paham-paham intoleransi, anti-NKRI dan radikal tepat sasaran.

"Modelnya tergantung kepada para manajemen kampus agar strategi pencegahan semakin menyeluruh," jelas Irfan.

Selain itu dia juga mendorong agar kampus proaktif membentuk narasi-narasi alternatif dalam metode pencegahan radikalisme. Narasi alternatif tersebut dinilai sangat dibutuhkan dan lebih tepat diterapkan kepada anak sekolah dan sivitas akademika di perguruan tinggi.

"Terpenting dalam mengisi rongga pikir mereka agar tidak dikuasai oleh paham radikal anarkis, kampus harus memiliki strategi narasi alternatif," jelas dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA