Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Vaksin Bio Farma Diekspor ke Asia Selatan dan Amerika

Rabu 31 Oct 2018 14:10 WIB

Red: Friska Yolanda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas ekspor vaksin Bio Farma ke empat negara, yaitu Turki, India, Pakistan dan Honduras.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas ekspor vaksin Bio Farma ke empat negara, yaitu Turki, India, Pakistan dan Honduras.

Foto: Bio Farma
Bio Farma telah mengekspor vaksin ke 140 negara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Bio Farma melepas ekspor vaksin ke sejumlah negara di Asia Selatan. Nilai ekspor tersebut mencapai Rp 75 miliar.

Direktur Utama Bio Farma M Rahman Roestan mengatakan vaksin-vaksin tersebut diekspor ke empat negara tujuan, yaitu dua negara Asia Tengah, Pakistan dan India, Turki, dan Honduras yang terletak di Amerika Tengah.

"Bio Farma hari ini mengirim finished product vaksin Polio (bOPV-20 dosis) ke Pakistan dan ke Tirki, serta vaksin Difteri Tetanus Pertusis (DTP) 10 dosis ke Honduras, Amerika Tengah. Selain itu kami juga ada pengiriman bulk (bahan setengah jadi atau intermediate product) Polio ke India," ujarnya, Rabu (31/10).

Produk yang diekspor terdiri atas 50 juta dosis bulk polio ke India dan masing-masing 1 juta vial vaksin bOPV-20 dosis dan 10 dosis ke tiga negara. Total ekspor vaksin yang dilepas hari ini sebesar 5,18 juta dolar AS atau Rp 75 miliar.

photo
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas ekspor vaksin Bio Farma ke empat negara, yaitu Turki, India, Pakistan dan Honduras.
"Bio Farma sudah lama mengekspor produk vaksin, kami memulai ekspor perdana pada tahun 1998, satu tahun setelah produk vaksin kami mendapat pra-kualifikasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)," tambah Roestan.

Pelepasan ekspor vaksin disaksikan langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurut Rini, di sektor industri Farmasi, BUMN didorong untuk memproduksi produk farmasi yang memiliki nilai tambah.

"BUMN yang telah memiliki produksi melebihi kebutuhan dalam negeri kami dorong untuk ekspor," kata Rini.

Bio Farma diminta agar terus meningkatkan inovasi, meneruskan riset dan pengembangan sebelumnya. Dengan demikian, selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, produksi Bio Farma juga bisa memenuhi kebutuhan global.

photo
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan didampingi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas ekspor vaksin Bio Farma ke empat negara, yaitu Turki, India, Pakistan dan Honduras.
"Kita harus berinovasi untuk produk-produk yang semula impor kita bisa mandiri, bahkan saat ini sudah mampu untuk mengekspor," lanjut Rini.

Rini berharap semakin banyak vaksin yang digunakan di dunia berasal dari Bio Farma. Bio Farma pantas diganjar penghargaan. Terbaru, Bio Farma yang sudah beberapa kali meraih penghargaan Primaniyarta meraih penghargaan kategori terbaru yaitu kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan yang diserahkan langsung oleh Presiden RI.

Raihan penghargaan tersebut atas keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin dengan menambah jumlah market di negara-negara benua Asia dan Afrika. Sampai dengan 2018, produk vaksin Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA