Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Dua Wanita Saudi Ditemukan Tewas Terikat di Pantai New York

Rabu 31 Oct 2018 11:39 WIB

Rep: Marniati/ Red: Teguh Firmansyah

Police Line

Police Line

Foto: [ist]
Penyelidik masih belum mengetahui pasti penyebab kematian korban.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dua warga Arab Saudi berjenis kelamin perempuan  ditemukan meninggal secara misterius di pantai New York City pekan lalu. Mereka merupakan saudara kandung. Saat ini, pihak berwajib sedang menyelidiki insiden kematian itu.

Dua saudara perempuan itu ditemukan terdampar di pantai dengan tubuhnya terikat  selotip. Tala Farea (16) dan Rotana Farea (22) ditemukan pada 24 Oktober di tepi Sungai Hudson, sekitar 225 mil dari Fairfax, Virginia, tempat mereka tinggal dan dilaporkan hilang pada Agustus.

Sampai Selasa (30/10), para penyelidik masih belum mengetahui penyebab kematian korban. "Tubuh kedua perempuan itu disatukan dan saling berhadapan, tetapi mereka tidak memiliki tanda penganiayaan yang jelas," kata polisi. Kedua korban ditemukan berpakaian lengkap.

Menurut polisi New York, ibu korban mengatakan kepada detektif sehari sebelum mayat ditemukan bahwa dia menerima telepon dari seorang pejabat di Kedutaan Arab Saudi. Pejabat itu memerintahkan keluarganya untuk meninggalkan Amerika Serikat (AS) karena putrinya telah mengajukan permohonan suaka politik.

Konsulat Jenderal Arab Saudi di New York mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menunjuk seorang pengacara untuk menangani kasus ini.

Polisi New York City mengirim detektif ke Virginia untuk menyelidiki kasus ini. Kepala Detektif Dermot Shea mengatakan, tim penyidik ingin mengetahui apa yang terjadi dengan korban sejak dilaporkan hilang. Selain itu, tim juga akan menyelidiki alasan  korban mendatangi New York City. "Kami mencari semua petunjuk di kehidupan masa lalu mereka," kata Shea.

Saat ini, tim medis sedang melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian.  Tidak ditemukannya luka serius di tubuh korban. Hal itu mengesampingkan teori bahwa mereka melompat ke sungai dari Jembatan George Washington.

Dalam pernyataannya, Konsulat Jenderal Saudi mengatakan, pejabat kedutaan di Washington telah menghubungi keluarga korban dan akan memberikan dukungan dan bantuannya. Kedua korban diketahui sebagai mahasiswa dan sedang menemani saudara mereka di Washington.

Tala dan Rotana pindah ke AS dari Arab Saudi dengan ibu mereka pada 2015. Mereka menetap di Fairfax, pinggiran Washington DC.

Rotana terdaftar di George Mason University. Seorang juru bicara George Mason menyatakan, kabar kematian Rotana sebagai sebuah peristiwa yang tragis. Pihak universitas siap bekerja sama dengan kepolisan dalam proses penyelidikan.

Polisi mengatakan, kedua saudara itu sempat dilaporkan hilang pada Desember 2017. Saat itu, mereka meninggalkan rumah keluarga mereka dan ditemukan di tempat penampungan.

Mereka dilaporkan hilang lagi pada 24 Agustus 2018. Polisi merilis sketsa wajah korban dan meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi korban. "Kami keluar untuk mendapatkan keadilan bagi kedua gadis dan mencari tahu persis apa yang terjadi," kata Shea.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA