Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Sunday, 15 Rabiul Awwal 1442 / 01 November 2020

Kader Ulama MUI Kabupaten Bogor Peduli Lingkungan

Senin 29 Oct 2018 17:49 WIB

Red: Fernan Rahadi

Sebanyak 50 Mahasiswa/i yang tengah mengikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XII MUI Kabupaten Bogor mendatangi Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Ahad (28/10) dalam agenda Kegiatan Ramah Lingkungan (KRL), di antaranya yaitu bersih-bersih kampung, pembuatan lubang resapan biopori, dan penanaman pohon.

Sebanyak 50 Mahasiswa/i yang tengah mengikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XII MUI Kabupaten Bogor mendatangi Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Ahad (28/10) dalam agenda Kegiatan Ramah Lingkungan (KRL), di antaranya yaitu bersih-bersih kampung, pembuatan lubang resapan biopori, dan penanaman pohon.

Foto: dokpri
seluruh mahasiswa/i PKU XII disebar untuk membuat lubang resapan biopori.

REPUBLIKA.CO.ID, CISEENG -- Sebanyak 50 Mahasiswa/i yang tengah mengikuti Pendidikan Kader Ulama (PKU) Angkatan XII MUI Kabupaten Bogor mendatangi Desa Parigi Mekar, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Ahad (28/10) dalam agenda Kegiatan Ramah Lingkungan (KRL), di antaranya yaitu bersih-bersih kampung, pembuatan lubang resapan biopori, dan penanaman pohon.   

Ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas Off Campus yang wajib diikuti semua mahasiswa/i PKU XII. 

Disampaikan oleh Ketua Alumni PKU Saepudin Muhtar bahwa Kecamatan Ciseeng dijadikan destinasi Kegiatan Ramah Lingkungan (KRL) kali ini karena Kecamatan ini terkenal sebagai minapolitan berskala nasional maupun internasional.

“Saat ini, kalau kita ingin mencari ikan hias dimanapun di negara ini, bahkan di Asia Tenggara, pasti rujukannya ya Ciseeng” papar pria yang kerap disapa Gus Udin tersebut.

Kemudian dijelaskan pula oleh Kepala Desa setempat Abdullah Fatoni, bahwa sulit untuk merubah pola pikir masyarakat khususnya selama 12 tahun ini, hal tersebut dipengaruhi oleh tingkat ekonomi dan pendidikan warganya.

“Kalau di sini, terkadang kami sudah instruksikan dan sudah membersihkan lingkungan, sorenya warga membawa pulang lagi rumput dari sawah” tegas pria alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung tersebut.

Di tengah acara, Prof Dr Kamir Raziudin Brata selaku pencetus lubang resapan biopori memberikan kuliah singkat tentang proses kehidupan di dalam tanah, juga kesalahan yang muncul disaat ingin membuat lubang resapan.

Di akhir kegiatan, seluruh mahasiswa/i PKU XII disebar ke sekitar wilayah tersebut, untuk membuat lubang resapan biopori dan pembersihan umum.

Jajang Muslih, salah satu mahasiswa PKU XII utusan Dinas Pendidikan Jawa Barat, merasa bangga dan senang bisa turut andil dan bersinergi dengan masyarakat. “Semoga kegiatan ini menjadi penyambung silaturahmi antar kami dan masyarakat Kabupaten Bogor” ujar pria tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA