Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

ASDP akan Operasikan Kapal Komodo di Labuan Bajo

Sabtu 27 Oct 2018 02:00 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nur Aini

Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10).

Nelayan melintas saat matahari tenggelam di perairan Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat (12/10).

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Kapal Komodo menjadi moda alternatif penumpang berkunjung ke Labuan Bajo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengoperasikan kapal motor penumpang (KMP) Komodo di Labuan Bajo. Corporate Secretary ASDP Imelda Alini mengatakan kapal tersebut akan menjadi moda alternatif bagi masyarakat dan seluruh wisatawan yang berkunjung ke Labuan Bajo.

Imelda mengatakam sejak awal rencana pengoperasian KMP Komodo di Labuan Bajo didukung oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). "Ini didukung sebagai alternalif moda transportasi laut ke Pulau Komodo dan sekitarnya, yang diharapkan menjadi bagian dari komunitas penyedia kapal wisata yang telah hadir sebelumnya di Labuan Bajo," kata Imelda, Jumat (26/10).

Menurut dia, pemerintah daerah setempat berupaya untuk mengatur seluruh pelaku pariwisata di Labuan Bajo. Khususnya, angkutan umum di laut agar dapat bersaing dengan sehat dan mendapat manfaat yang adil atas potensi ekonomi dari sektor pariwisata.

Imelda mengungkapkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat 2017 mencatat total kapal wisata di Labuan Bajo berjumlah 529 unit dengan jenis ukuran di bawah dan di atas 7 GT serta  jenis kapal diving. "Dari total kapa| tersebut, dengan asumsi kapasitas daya tampung masin-masing kapal sebanvak 12 orang penumpang, maka potensi penumpang yang dilayani di kawasan pariwisata Labuan Bajo dapat mencapai 6.348 orang," kata Imelda.

Dengan kebutuhan yang sangat besar tersebut, menurutnya, kapasitas KMP Komodo hanya dapat mengangkut penumpang maksimal 80 orang setiap perjalanan dalam seharinya dengan kecepatan 9 knot. Selain itu, kata Imelda, KMP Komodo hanya dapat bersandar di Pulau Komodo.

Sehingga, Imelda mengatakan KMP Komodo juga dapat menjadi feeder bagi perahu kecil untuk mencapai destinasi lainnya. "Dengan demikian, kerja sama yang baik antar komunitas kapal wisata sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan yang akan terus berkembang seiring dengan dibangunnya berbagai infrastruktur pariwisata di Labuan Bajo," ungkap Imelda.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA