Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Tahun Depan, Kemenhub Genjot Proyek Ini

Kamis 25 Oct 2018 05:19 WIB

Rep: Rahayu Subekti / Red: Friska Yolanda

Pemerintah Kabupaten Bogor, berencana membangun double track ( Rel Ganda) jalur kereta api mulai Stasiun Parung Panjang hingga Nambo akan menjadi commuterline double track. Selasa ( 25/9).

Pemerintah Kabupaten Bogor, berencana membangun double track ( Rel Ganda) jalur kereta api mulai Stasiun Parung Panjang hingga Nambo akan menjadi commuterline double track. Selasa ( 25/9).

Foto: Republika/Haura Hafizhah
Sejumlah proyek dibangun untuk meningkatkan konektivitas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengungkapkan akan ada beberapa proyek yang akan digenjot dalam beberapa waktu ke depan. Dia mengungkapkan proyek tersebut baik di sektor kereta api, laut, udara, dan darat. 

Dia mengatakan untuk kereta api banyak proyek yang akan diteruskan. "Light Rail Transit (LRT) akan dibuat di Medan, Bandung, Surabaya, dan Semarang, selain membangun double track," kata Budi di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Rabu (24/10). 

Dia menegaskan pengembangan dan pembangunan terminal, bandara, dan pelabuhan. Budi menilai pengerjaan beberapa proyek tersebut harus dikerjakan dengan maksimal agar tidak menjadi bumerang. 

Selain membangun tol laut, Budi menegaskan bandara juga akan menjadi target yang digenjot dalam setahun ke depan. "Bandara dijadikan hub supaya turis makin baik makanya bandara-bandara yang bertujuan wisata dijadikan perhatian yang lebih," ungkap Budi. 

Dengan begitu, Budi menilai konekivias bandara akan lebih efektif. Budi juga akan mengevaluasi atktivitas udara agar mengetahui daerah mana saja yang sering didatangi turis. 

Untuk menggenjot proyek-proyek yang akan dikerjakan dalam satu tahun ke depan, Budi memastikan Kemenhub memiliki anggaran sekitar Rp 4,1 triliun. "Tetapi semua (anggaran yang dimiliki) jika dikalkulasikan dengan proyek yang dikerja samakan antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) jadi Rp 5 triliun," tutur Budi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA