Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Konsisten Perluas Ekspor, Bio Farma Raih Primaniyarta 2018

Rabu 24 Oct 2018 14:35 WIB

Red: Gita Amanda

Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki menerima penghargaan Primaniyarta dari Presiden Joko Widodo.

Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki menerima penghargaan Primaniyarta dari Presiden Joko Widodo.

Foto: Bio Farma
Raihan penghargaan dilatarbelakangi keberhasilan Bio Farma memperluas pasar vaksin.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- PT Bio Farma meraih kembali Penghargaan Primaniyarta kategori Pelopor Pasar Baru dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan diterima oleh Direktur Pemasaran Bio Farma Sri Harsi Teteki, yang diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo, di Indonesia Convention Exhibition, BSD Tangerang Banten, Rabu (24/10).

“Kami satu-satunya BUMN yang mendapat apresiasi dari Pemerintah, tentunya turut serta berkontribusi bagi negara, kami terus upayakan peningkatan kapasitas dan kapabilitas produksi untuk mempertahankan dan meningkatkan kesinambungan ekspor, saat ini kapasitas kami bulk (intermediate product) sekitar 2,3 miliar dosis, produk akhir vaksin sekitar 700 juta dosis,” kata Teki seperti dalam siaran persnya.
 
Teki menambahkan mengenai pelopor pasar baru Bio Farma banyak melakukan ekspor ke negara tujuan yang mengandung risiko. Baik, risiko politik, risiko ekonomi pada saat pembayaran, transportasi yang sulit, juga adanya negara-negara baru yang dimasuki.

“Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah akan memberikan kemudahan dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam  skema pembiayaan ekspor Indonesia,” ungkapnya.

Keberhasilan perluasan pasar di negara-negara Afrika, tidak terlepas dari kerja sama yang dilakukan oleh Bio Farma dengan Organisasi Kerja sama Islam (OKI). Di mana Bio Farma ditunjuk sebagai "centre of excellence" serta vice chairman vaccine manufacturer group OKI.

Raihan penghargaan tersebut dilatarbelakangi oleh keberhasilan Bio Farma dalam memperluas pasar vaksin, dengan menambah jumlah market di negara-negara benua Asia dan Afrika. Sehingga sampai dengan 2018, produk Bio Farma sudah digunakan di lebih dari 140 negara. Tahun ini untuk kali ketujuh Bio Farma raih penghargaan Primaniyarta.


Tantangan saat ini, ujar Teki, ekspansi fasilitas untuk produk baru. Target Bio Farma ke depan terus menjajaki peluang ekspor untuk produk final bulk (HiB, Campak) dan produk jadi seperti Pentabio-Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B dan Haemophilus Influenza type B.

"Serta memenuhi berbagai regulasi internasional  (WHO, FDA dan Registrasi di negara tujuan) dan tentunya mempertahankan Pra Kualifikasi WHO untuk produk existing dan produk baru,” kata Teki.

Primaniyarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Pemerintah Indonesia kepada eksportir yang dinilai paling berprestasi di bidang ekspor dan dapat menjadi percontohan bagi eksportir lain. Penyelenggaraan Penghargaan Primaniyarta merupakan kegiatan rutin tahunan yang diadakan oleh Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan cq Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional. Penghargaan diberikan bersamaan dengan acara Trade Expo Indonesia ke-33 dengan tema "Creating Products For Global Oppotunities".

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA