Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Rabu, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Pasar Besar Bernama Khabib Nurmagomedov

Selasa 23 Okt 2018 21:28 WIB

Red: Joko Sadewo

Khabib Nurmagomedov

Khabib Nurmagomedov

Foto: AP/Las Vegas Sun/Steve Marcus
Khabib menjelma menjadi sebuah brand yang menyatukan dunia Barat dan Islam.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Ichsan Emerald*

Usai membuat Conor McGregor menyerah (tapped out), Khabib menunjuk seorang ofisial. Menunjuk, melempar pengaman mulut (mouth guard), dan kemudian naik ke atas ring Oktagon Ultimate Fighting Champions.

Selanjutnya yang terjadi adalah pertarungan brutal antara Khabib dengan rekan bertarung McGregor, Dillon Danis. Aksi brutal tersebut bahkan dikomentari oleh petinju kelas berat Mike Tyson, "Lebih gila dari keributan saya,". Ucapan Tyson merujuk pada aksi gilanya menggigit kuping Evander Holyfield yang menyebabkan kontroversi di tahun 1997.

Aksi tersebut membawa kabar buruk bagi Khabib. Awalnya pihak UFC menahan gelar kelas ringan miliknya. Walau pada akhirnya kembali diberikan namun Komisi Olahraga Nevada menahan hadiah uang senilai 2 juta dolar AS atau sebesar Rp 30 miliar (Rp 15 ribu per dolar AS). Ofisial yang juga rekan senegara Khabib, yaitu Zubair Tukhugov bahkan terancam dicabut lisensinya dari UFC.

Kabar baiknya, nama Khabib seketika menggema di seantero dunia khususnya kaum muslimin. Hal itu terjadi ketika ia mengikuti konferensi pers usai pertandingan.

Dengan kerendahan hati Khabib mengakui kalau hal yang ia lakukan bukan sisi terbaik dari dirinya. Namun ia menyebut aksinya karena hinaan kepada sang ayah, Islam dan asal muasalnya.

Itu sebabnya ia juga meminta media dan komisi olahraga mempersoalkan tingkah laku sang Notorius dan timnya. Padahal ia hanya ingin pertarungan gaya bebas UFC murni hanya olahraga. Tak perlu melakukan drama-drama konyol seperti di pertarungan gulat WWE. Kemudian tak perlu lagi membawa ras dan agama dalam pembicaraannya.

Seketika nama Khabib meledak dan menjadi pembicaraan muslim dunia. Wajahnya terpampang di media sosial, pun dengan video-video ketika ia ibadah, menghapal ayat Alquran atau melaksanakan Umrah. Begitu juga sikap kekeuhnya menolak pertandingan kala Ramadhan.

Ia menjadi ikon baru perlawanan muslim atas ketidakadilan. Begitu juga ikon dalam olahraga keras yang selama ini tak terlalu diperhatikan kaum muslim. Tak heran, Khabib menjadi juara kelas ringan Muslim pertama dalam UFC. Khabib bahkan ketika pulang ke Dagestan disambut bak pahlawan oleh ribuan warganya. Presiden Rusia, Vladimir Putin pun sengaja menemuinya untuk sekadar mengobrol dan bercanda dengan sang ayah Abdulmanap Nurmagomedov.

Putin bahkan membela aksi Khabib walau kemudian meminta agar tak mengulanginya. Menurut Putin, semua orang bisa melakukan hal yang sama. "Jika Rusia diserang dari luar, tidak hanya Anda, kita dapat melompat seperti itu,  ada harga besar yang harus dibayar, tapi sebaiknya tidak perlu sampai sana," tegas Putin.

Sebenarnya ada beberapa petarung UFC muslim namun tidak ada yang benar-benar menampakkan diri sebagai muslim. Umumnya, sebagaimana wajah keturunan muslim di 'Barat'sana, yang tampak hanya nama saja. Sedangkan ibadah dan hubungannya dengan Yang Maha Kuasa masuk wilayah privat.

Khabib pun kini bukan sekadar sebuah nama petarung, namun brand. Ia menjadi brand yang mampu menarik pasar Barat dan dunia Islam, bukan lagi timur.

Tak heran namanya masih saja berseliweran di media-media asing dan dalam negeri. Bahkan bagaikan sebuah brand yang baru saja berkembang, Khabib menarik hati para kapitalis pertunjukkan.

Undangan untuk berpindah itu datang dari Bellator. Rapper asal Amerika Serikat, Curtis Jackson atau 50 Cent, melayangkan tawaran kepada Khabib Nurmagomedov, untuk bisa berkiprah di ajang pertarungan gaya bebas, Bellator. 50 Cent siap mengganti uang yang senilai 2 juta dolar AS yang seharusnya diterima Khabib.

50 Cent juga menilai apa yang dilakukan promotor UFC merupakan langkah yang salah. Hal ini merujuk kepada keputusan UFC yang belum memberikan dana kompensasi pertarungan antara Khabib menghadapi Conor McGregor. Sementara UFC telah mencairkan dana hadiah pertarungan sebesar 3 juta dolar AS (sekitar Rp 45 miliar) kepada pihak Conor.

Untuk itu, Jackson memberikan penawaran kepada Khabib. ''Saya kira, apa yang dilakukan UFC kepada Khabib adalah hal yang salah, sementara mereka tidak melakukannya kepada McGregor. Saya akan membayar 2 juta dolar AS tunai pada malam ini, jika dia (Khabib) mau bertarung buat saya di Bellator,'' tulis unggahan 50 Cent di akun instagram, Sabtu (13/10).

Pundi-Pundi Uang Baru UFC

Seakan-akan tak ingin kehilangan Khabib, bos besar UFC, Dana White, memastikan hubungannya dengan petarung Khabib Nurmagomedov sejauh ini baik-baik saja. White pun memastikan Khabib akan tetap bertahan di kompetisi UFC.

''Baik, dia (Khabib) bertahan di UFC. Saya tahu apa yang dia katakan (ancam mundur dari UFC), tapi itu isu sepekan lalu,'' ujar White kepada TMZ. Sebelumnya Khabib memang mengancam mundur UFC. Ancaman itu akan direalisasikan jika UFC memecat rekan Khabib, Zubaira Tukhugov.

Presiden UFC ini sadar Khabib kini menjelma menjadi penghasil uang baru bagi perseroannya. Bahkan nilai bayaran pertarungan Khabib, bila ia mau bertarung kembali dengan McGregor naik berkali-kali lipat mencapai 15 juta dolar AS. Untungnya Khabib menolak dan fokus kepada pertarungan pemilik sabuk 'sebenarnya' Tony Ferguson.

White pun mungkin sadar petarung yang sebelumnya hanya disebut 'Boring Fighter' kini amat diminati pasar-pasar baru terutama Asia dan Timur Tengah.

Jadi pada intinya semua hanya terkait bisnis yang kemudian dibumbui sentimen primordial. Begitu juga dengan pertarungan-pertarungan ia berikutnya di UFC.

Sehingga benar apa yang disebut beberapa media dikatakan oleh Connor yang mendapat julukan sang tak bermoral dan penuh ucapan kasar dalam tiap pertarungannya. "Its Only Business."

*) Penulis adalah redaktur Republika.co.id

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA