Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Gaya Nyentrik Susi dan Naiknya Neraca Ekspor Perikanan

Rabu 24 Oct 2018 03:11 WIB

Red: Andri Saubani

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/10/2018).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Seusai rapat di Istana Kepresidenan, Susi keluar dengan gaya nyentriknya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selepas rapat terbatas yang digelar tertutup di Istana Kepresidenan Presiden, Selasa (23/10), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti keluar dari ruang rapat dengan gayanya yang nyentrik dan menarik perhatian sambil makan peyek kacang. Menteri Susi Pudjiastuti saat disapa wartawan selepas rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, hanya tersenyum dan terus berjalan menuju mobilnya.

Perempuan kelahiran Pangandaran 15 Januari 1965 itu tetap cuek menguyah peyek kacang yang boleh jadi merupakan salah satu menu camilan atau menu makan siang dalam rapat tersebut. Susi yang mengenakan dress warna merah fanta dipadu rok warna hitam itu terus melangkah dan sesekali tertawa ketika wartawan memanggilnya.

Gaya nyentriknya menjadi salah satu kekhasan penerima Doktor Honoris Causa bidang keilmuan managemen dan konservasi sumberdaya kelautan ITS Surabaya itu. Ia tampak tak ingin memberikan keterangan apa pun kepada wartawan dan langsung melangkah masuk ke mobil dinasnya.

Sebelumnya dalam acara Forum Merdeka Barat, di Kantor Sekertariat Negara, pada pagi harinya, Susi Pudjiastuti mengatakan, pendapatan negara dari sektor perikanan terus bertumbuh bahkan neraca ekspor perikanan Indonesia naik terus sejak 2014.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ekspor perikanan Indonesia pada 2014 mencapai Rp 245,48 triliun, sedangkan pada 2015 ekspor Indonesia mencapai Rp 288,90 triliun, kemudian 2016 mencapai Rp 317,09 triliun, dan pada 2017 mencapai Rp 349 triliun.

Berlanjat data pertriwulan II-2018 atau semester I-2018, perikanan Indonesia juga tumbuh cukup signifikan dimana pada semester I-2018, pendapatan negara yang berasal dari sektor perikanan mencapai Rp187 triliun. Susi mengatakan, pertama kali dalam sejarah ekspor perikanan Indonesia berada di atas negara tetangga seperti Thailand.

"Ekspor produksi perikanan turun, tidak benar. Ekspor ikan Indonesia banyak yang sudah diolah. Pertama kali dalam sejarah neraca perdagangan di Asean selalu di atas negara Asean lainnya. Karena negara lain ikannya impor dari kita 100 persen naik ke Thailand. Ekspor udang nomor 2. Ekspor kepiting baik," ucapnya.

Susi mengatakan selama empat tahun terakhir, pemerintah dengan tegas memerangi praktik illegal fishing yang dianggapnya memberikan peran signifikan terhadap positifnya kinerja sektor perikanan Tanah Air.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA