Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Trump Ingin Cabut Perjanjian Nuklir, Rusia Ancam Ikut Mundur

Senin 22 Oct 2018 18:06 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Rusia dan Amerika Serikat.

Bendera Rusia dan Amerika Serikat.

Foto: Euromaidan Press
Perjanjian INF melarang AS dan Uni Soviet memiliki rudal nuklir.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Pemerintah Rusia mengkritik rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian nuklir Intermediate-range Nuclear Forces Treaty (INF). Perjanjian yang ditandatangani AS dan Uni Soviet pada 1987 itu melarang kedua negara memiliki, memproduksi, atau menguji coba rudal nuklir dengan daya jangkau 500-5.500 kilometer.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Ryabkov mengatakan bila AS telah memutuskan ingin hengkang dari INF, negaranya tidak memiliki pilihan selain melakukan hal serupa. “Tapi kami lebih suka hal-hal tidak sampai sejauh itu,” katanya.

Ia membantah klaim Trump yang menyebut Rusia telah melanggar perjanjian INF. Sebaliknya, Ryabkov menuding balik AS sebagai pihak yang melanggar perjanjian tersebut. Keputusan AS mundur dari INF dinilai telah menempatkan keamanan global dalam sebuah risiko.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, pada Senin (22/10), mengatakan negaranya berharap Washington menjelaskan rencananya mundur dari INF. Namun belum ada tanggapan resmi dari Washington terkait permintaan itu.

Menteri Pertahanan Inggris Gavin Williamson telah menyatakan mendukung keputusan Trump untuk menarik AS dari INF. Williamson secara tegas menyalahkan tindakan Rusia karena membahayakan perjanjian INF. "Sekutu terdekat dan jangka panjang kami tentu saja AS dan kami akan benar-benar tegas dengan AS dalam menempa pesan yang jelas bahwa Rusia perlu menghornati kewajiban perjanjian yang ditandatangani," ucapnya.

"Kami tentu saja ingin melihat perjanjian ini terus berdiri, tapi itu membutuhkan dua pihak berkomitmen dan sekarang Anda memiliki satu pihak yang mengabaikannya," kata Williamson merujuk kepada Rusia sebagai pihak yang mengabaikan INF.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Hua Chunying turut mengomentari rencananya Trump menarik AS dari INF. Menurutnya, hal itu akan berdampak negatif terhadap banyak pihak. Ia menyerukan AS agar berhati-hati dan berpikir ulang sebelum mengambil keputusan.

Trump telah mengumumkan rencananya untuk menarik AS dari INF. "Kami harus mengembangkan senjata-senjata itu (rudal nuklir). Kami akan mengakhiri perjanjian (INF) dan kami akan mundur," kata Trump kepada awak media seusai menghadiri rapat di Nevada, AS, Sabtu (20/10).

Trump mengklaim Rusia telah melanggar kesepakatan INF dengan mengembangkan senjata dan rudal nuklir. "Rusia telah melanggar perjanjian. Mereka telah melanggarnya selama bertahun-tahun dan saya tidak tahu mengapa (mantan) presiden Obama tidak bernegosiasi dan mundur," katanya.

Ia mengatakan, AS tidak akan membiarkan Rusia berbuat hal demikian. "Kami adalah orang-orang yang telah tinggal dalam perjanjian (INF) dan kami telah menghormati perjanjian tersebut, tetapi Rusia, sayangnya, tidak menghormati perjanjian itu sehingga kami akan mengakhirinya, kami akan menarik diri," ujar Trump.

Menurut Trump, keanggotaan AS di INF masih bisa dipertahankan bila Rusia, termasuk Cina, berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata atau rudal nuklir. "Tapi jika Cina dan Rusia melakukannya (mengembangkan senjata dan rudal nuklir) dan kami berpegang pada perjanjian (INF), itu tidak dapat diterima," ucapnya.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA