Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

10 Makanan-Minuman yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi

Ahad 21 Oct 2018 16:25 WIB

Rep: MGROL 111/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Makanan kaleng umumnya kaya sodium.

Makanan kaleng umumnya kaya sodium.

Foto: flickr
Kacang olahan dinilai berbahaya karena mengandung natrium atau garam tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tekanan darah tinggi adalah penyakit yang menakutkan karena memiliki beberapa gejala namun menempatkan orang-orang pada risiko besar penyakit jantung atau stroke. Sejumlah besar orang telah didiagnosis tetapi banyak lagi yang menderita hipertensi dan tidak mengetahuinya. Tekanan darah tinggi cukup dapat dikelola dengan perubahan pola makan dan gaya hidup.

Hindari gula dan garam karena mereka faktor utama dalam hipertensi. Anda harus membatasi asupan gula dan garam. Secara umum, orang yang sehat tidak boleh mengkonsumsi lebih dari 2.300 miligram sodium per hari seperti yang dilansir melalui Pop Sugar.

Tubuh kita membutuhkan gula agar berfungsi dengan baik, tetapi sebagian besar seharusnya berasal dari sumber seperti buah utuh bukan permen atau bahkan jus. Berikut 10 makanan yang harus dihindari ketika terkena tekanan darah tinggi.

1. Kacang olahan

Sayuran kaleng, terutama kacang-kacangan, tinggi sodium karena diawetkan. Kacang yang kering dan kemudian direndam lalu dimasak adalah pilihan makanan yang sehat karena protein, serat, dan nutrisi anti-inflamasi.

Menambahkan kacang ke dalam makanan juga dapat membantu menjaga gula darah tetap stabil. Jika makan kacang kalengan, Anda dapat menghilangkan hingga 41 persen dari kandungan natrium dengan membilasnya dalam saringan sebelum disiapkan.

2. Sup kalengan

Anda mungkin terkejut untuk mengetahui berapa banyak natrium dalam berbagai jenis sup premade. Natrium dalam sup juga berkonsentrasi ketika dimasak.  Jika benar-benar terdesak waktu, carilah sup kalengan atau botol yang diberi label sebagai natrium rendah atau garam yang dikurangi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA