Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Bandara Kediri Dibangun Gudang Garam

Jumat 19 Oct 2018 16:41 WIB

Rep: Rahayu Subekti / Red: Nur Aini

Ilustrasi pembangunan bandara.

Ilustrasi pembangunan bandara.

Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Pembangunan Bandara Kediri ditarget mulai tahun depan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menargetkan ground breaking atau pembangunan Bandara Kediri, Jawa Timur baru akan dimulai tahun depan. Nantinya, pembangunan bandara tersebut akan dilakukan oleh PT Gudang Garam Tbk.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan pembangunan baru akan dimulai setelah melihat progres persiapannya terlebih dahulu. "Ya kira-kira paling cepat enam bulan ke depan, paling cepat ya," kata Budi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jumat (19/10).

Dia menjelaskan, saat ini proses persiapan pembangunan masih mengenai pembebasan lahan. Hal itu, menurutnya yang menyebabkan pembangunan bandara tersebut tidak bisa dilakukan tahun ini karena pembebasan lahan tidak bisa diprediksi.

Budi mengatakan masih ada 30 persen lahan yang belum dibebaskan untuk membangun Bandara Kediri. "Ya biasa-lah. (Kendala pembebasan lahan) kan biasanya memang mengenai harga. Jadi masih negosiasi yang sudah 70 persen," ujar Budi.

Selain itu, Budi memastikan saat ini juga sudah dimulai proses perizinan pembangunan Bandara Kediri. Beberapa hal tersebut menurut Budi, terkait perizinan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) dan Rencanan Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Dia menjelaskan proses perizinan ditargetkan selesai selama dua pekan hingga satu bulan ke depan. "Setelah itu ya bersamaan nanti kita proses penetapa pemrakarsa dan penetapan penlok," tutur Budi.

Sebelumnya, Kemenhub menargetkan pembangunan Bandara Kediri dapat dimulai tahun ini. Rencananya bandara tersebut akan dibangun dengan landas pacu sepanjang 3.000 meter. Hanya saja, pada tahap awal panjang landas pacu akan dibangun sepanjang 2.400 meter terlebih dahulu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA