Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Senin, 19 Rabiul Akhir 1441 / 16 Desember 2019

Pertamina Hulu Siap Kelola Blok NSO Hingga 2038

Kamis 18 Okt 2018 16:37 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi kilang Pertamina.

Ilustrasi kilang Pertamina.

Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Pengelolaan dengan skema gross split ini berlaku per 16 Oktober 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keputusan pemerintah melalui kementerian ESDM untuk memperpanjang kontrak Blok North Sumatera Offshore (NSO) di Provinsi Aceh disambut baik PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHE melalui anak perusahaannya PHE NSO diberi kepercayaan kembali untuk mengelola blok NSO hingga 20 tahun ke depan.

Pengelolaan blok disepakati hingga 2038 dengan skema gross split. Skema ini adalah kontrak bagi hasil dengan meniadakan pengembalian biaya operasi (cost recovery) yang berlaku efektif sejak 16 Oktober 2018.

Acara syukuran atas perpanjangan kontrak Blok NSO dilakukan di Aceh Production Operations (APO) Point A office di Aceh Utara pada Rabu (17/10), dengan prosesi pemotongan tumpeng. Acara ini dihadiri oleh Direktur Eksplorasi PHE, Abdul Mutalib Masdar, General Manager PHE NSO, Akhmad Miftah, perwakilan SKK Migas serta pekerja PHE NSO.

“Pengelolaan Blok NSO yang merupakan lapangan tua, tentu pentuh tantangan. Namun berbekal pengalaman yang telah teruji, PHE optimistis untuk terus memaksimalkan kinerja blok. Hal ini bisa kita lihat dari angka capaian produksi sejak 2016, nilainya tetap dapat kita jaga,” Ujar Abdul Mutalib Masdar.

Kinerja produksi gas semester I-2018 mencapai  91 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau 152 persen dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2018 sebesar 60 mmscfd. Begitu pula produksi kondensat sebesar 84 barel kondensat per hari (bcpd), atau 127 persen dari target RKAP 66 bcpd.

"PHE NSO berhasil melampai target selama dua tahun berturut-turut, demikian juga dengan capaian semester I-2018 ini,” lanjut Akhmad Miftah.

PHE NSO berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah produksi dengan upaya peningkatan reserve to production (R/P). Upaya ini adalah dengan merencanakan pengeboran tiga sumur eksplorasi, masing-masing satu sumur dilakukan akhir 2018 dan dua sumur berikutnya dilaksanakan pada 2019. Adapun cadangan minyak Blok NSO sebesar 272 MTSB dan gas 92 bscf.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA