Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Mensos Pastikan Pemerintah Punya Anggaran Jaminan Hidup

Kamis 18 Oct 2018 14:22 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengunjungi lokasi pengungsian di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (25/8) malam.

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengunjungi lokasi pengungsian di Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, NTB, Sabtu (25/8) malam.

Foto: Republika/ Muhammad Nursyamsyi
Penerima jaminan hidup adalah warga terdampak bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK TENGAH -- Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang memastikan bahwa anggaran negara untuk jaminan hidup (jadup) bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB) tersedia. Penerima jadup adalah warga terdampak bencana yang telah tinggal kembali di hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap).

"Kami pastikan anggaran untuk jadup itu ada, hanya juga perlu pengertian dari seluruh pihak, ada aturan-aturan yang harus ditegakkan soal jadup," ujar Mensos di Bandara Internasional Lombok, NTB, Kamis (18/10).

Dalam aturan, dia katakan, penerima jadup adalah warga terdampak bencana yang telah tinggal kembali di hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap). Kemensos juga memerlukan data dari pemerintah kabupaten/kota agar bisa menyalurkan jadup.

"Calon (penerima) jadup harus direkomendasikan oleh pemda, dan kami lakukan proses verifikasi. Sampai saat ini baru tiga pemda yang sampaikan (dari tujuh kabupaten/kota terdampak gempa di NTB)," lanjutnya.

Mensos menambahkan, hasil koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan BNPB disepakati bahwa penerima jadup selama tiga bulan adalah warga yang rumahnya rusak berat dan bisa diperpanjang hingga enam bulan.

"Sementara warga yang rumahnya rusak sedang dan rusak ringan akan menerima jadup selama dua bulan," kata Agus menambahkan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA