Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Wednesday, 11 Rabiul Awwal 1442 / 28 October 2020

Angka Bunuh Diri di Anak Muda Meningkat

Selasa 16 Oct 2018 16:30 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Indira Rezkisari

Petugas koroner membawa jenazah desainer kondang Kate Spade keluar dari apartemennya di New York, Selasa (5/6).

Petugas koroner membawa jenazah desainer kondang Kate Spade keluar dari apartemennya di New York, Selasa (5/6).

Foto: AP
Ada satu kematian akibat bunuh diri tiap 40 detik di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasus bunuh diri kian marak beberapa tahun belakangan diri. Pelakunya bukan saja orang biasa, tapi juga orang-orang kaya dan terkenal. Sebut saja penyanyi asal Kanada, Chester Bennington, desainer tas ternama Kate Spade juga komedian Robin William.

Psikiater FKUI-RSCM, Dr dr Nurmiati Amir, SpKJ (K), mengatakan menurut WHO angka bunuh diri di Indonesia, pada tahun 2010 adalah 1,8 per 100 ribu jiwa atau sekitar 5.000 orang per tahun. Tahun 2012 meningkat menjadi 4,3 per 100 ribu jiwa atau sekitar 10 ribu per tahun.

Secara global, setiap tahunnya lebih dari 800 ribu orang meninggal akibat bunuh diri atau satu kematian setiap 40 detik. Di negara maju tingkat percobaan bunuh dirinya lebih tinggi yaitu 12,7 per 100 ribu penduduk.

Di negara berpenghasilan menengah-bawah adalah 11,2 persen 100 ribu penduduk. Bunuh diri adalah interaksi biologi, psikologi, sosial dan budaya. Bunuh diri menjadi penyebab kematian kedua pada usia muda (15 sampai 29 tahun).

Bunuh diri merupakan masalah besar di belahan dunia saat ini. Pada beberapa negara, angka bunuh diri orang tua menurun tapi pada usia muda naik. Sebanyak 90 persen orang yang melakukan bunuh diri adalah orang dengan gangguan jiwa, misalnya skizofrenia, gangguan depresi mayor, bipolar, ansietas, penyalahgunaan zat, penyakit neurologi misalnya epilepsi, dan gangguan kepribadian.

Prof R Irawati Ismail, SpKJ(K), MEpid dari Divisi Psikiatri Anak dan Remaja Departemen Psikiatri FKUI RSCM mengatakan bunuh diri adalah masalah kesehatan dalam masyarakat yang serius dan mempengaruhi banyak anak serta remaja. Bunuh diri menjadi penyebab kematian ketiga di dunia pada remaja antara usia 10 dan 24 tahun. Dan mengakibatkan sekitar 4.600 jiwa yang hilang setiap tahun.

Di Amerika Serikat, bunuh diri menjadi penyebab kematian terbesar kedua pada remaja usia 12 sampai 19 tahun. Dan menjadi urutan ke 11 penyebab kematian utama pada anak-anak berusia 5 sampai 11 tahun.

Sedangkan di Indonesia menurut data WHO tahun 2016, angka bunuh diri Indonesia terus naik. Yaitu dari 4,3 persen di tahun 2012 menjadi 5,2 persen di tahun 2016. Angka bunuh diri anak dan remaja masih belum diketahui secara jelas.





BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA