Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Pesan Erick ke Dedi Mulyadi Menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jabar

Ahad 14 Oct 2018 19:52 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Andri Saubani

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengacungkan kujang pada acara Pengukuhan Tim Kampanye Daerah dan Konsolidasi Pemenangan Pilpres 2019 di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Ahad (14/10).

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengacungkan kujang pada acara Pengukuhan Tim Kampanye Daerah dan Konsolidasi Pemenangan Pilpres 2019 di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Ahad (14/10).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf di Jabar hari ini dideklarasikan.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)- Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengukuhkan Tim Kampanye Daerah Joko Widodo-Ma'ruf Amin Jawa Barat di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Ahad (14/10). Pengukuhan dilakukan dengan pembacaan sembilan janji jabatan pada pengurus TKD Jabar yang dipimpin oleh Dedi Mulyadi.

Dedi mengakui, Erick berpesan beberapa hal pada TKD Jabar. Di antaranya adalah aspek-aspek yang harus terpetakan secara baik oleh TKD.

"Siapa yang di jalur hijau, merah, kuning. Pemetaan dominasinya itu, yang hijau PKB, PPP, merah PDIP, kuning Golkar," kata Dedi Mulyadi usai acara.

Dia mengakui dengan distribusi itu, fokus TKD akan lebih dapat terbagi. "Sehingga bisa berbagi siapa dan di mana dia bertugas. Jadi tidak usah se-Jabar dikelilingi," jelas Dedi.

Dedi juga mengakui TKD diberi pesan untuk membagi segmentasi kampanye. Di mana, TKD Jabar memiliki beberapa tokoh daerah yang mampu mengambil hati calon pemilih.

Di sisi lain, tendensi kedua pendukung kubu semakin terasa. Sehingga, pemetaan tersebut memiliki persepsinya masing-masing.

"Setiap calon punya tim riset, tiap tim riset memiliki daerah-daerah yang baik. Kedua pasang sudah memahami mana daerah yang jadi unggulan mereka, jadi tinggal bagaimana menata strategi yang dibuat oleh kita," tegas Dedi.

Dari sana pula, terdapar evaluasi yang dilakukan oleh TKD. "Karena setiap individu bekerja untuk partanya, bekerja untuk dieinya dan buar kemenangan Pak Jokowi-Ma'ruf. Sehingga secara kultur saya sampaikan begini saja," tutup Dedi.

Wakil Ketua TKN, Moeldoko mengaku optimistis suara Jokowi-Maruf akan menyentuh 60 persen dari total 40 juta suara pemilih di Jawa Barat. "Ini perlu kerja sama dari semua unsur. Unsur pemenangan Jokowi-Ma'ruf berasal dari berbagai kekuatan, dari mulai parpol, relawan dan lainnya," kata Moeldoko dalam sambutannya.

Moeldoko juga mengingatkan untuk tidak larut dalam berbagai hasil survey yang menyebut Jokowi-Maruf unggul. Menurutnya, penting bagi seluruh tim pemenangan agar tetap di jalur yang sama dan tidak terpecah-belah.

"Tetap satu komando dan jangan tercerai-berai," tegas Moeldoko.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA