Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

Kamis, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 Januari 2020

TKN Jokowi-Ma'ruf Deklarasikan Tim Kampanye Jabar

Ahad 14 Okt 2018 19:47 WIB

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Andri Saubani

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir (kedua kiri) memimpin pengucapan janji pada acara PengukuhanTim Kampanye Daerah dan Konsolidasi Pemenangan Pilpres 2019 di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Ahad (14/10).

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Kerja Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir (kedua kiri) memimpin pengucapan janji pada acara PengukuhanTim Kampanye Daerah dan Konsolidasi Pemenangan Pilpres 2019 di Hotel Asrilia, Kota Bandung, Ahad (14/10).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) - Ma'ruf Amin resmi mendeklarasikan Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja Provinsi Jawa Barat. Deklarasi dipimpin langsung oleh Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir di Hotel Grand Asrilia, Kota Bandung, Ahad (14/10).

Erick memimpin langsung pembacaan sambilan janji jabatan yang diucap ulang oleh seluruh pengurus TKD Jawa Barat. Usai pembacaan, dilakukan pemaparan dari ketua bidang secara spesifik untuk kampanye di Jawa Barat.

Wakil Ketua TKN, Moeldoko mengaku optimistis suara Jokowi-Maruf akan menyentuh 60 persen dari total 40 juta suara pemilih di Jawa Barat. "Ini perlu kerja sama dari semua unsur. Unsur pemenangan Jokowi-Ma'ruf berasal dari berbagai kekuatan, dari mulai parpol, relawan dan lainnya," kata Moeldoko dalam sambutannya.

Moeldoko juga mengingatkan untuk tidak larut dalam berbagai hasil survey yang menyebut Jokowi-Maruf unggul. Menurutnya, penting bagi seluruh tim pemenangan agar tetap di jalur yang sama dan tidak terpecah-belah.

"Tetap satu komando dan jangan tercerai-berai," tegas Moeldoko.

Sementara itu, Ketua TKD Jabar, Dedi Mulyadi mengakui acara pengukuhan dan pelantikan sudah berjalan dengan lancar. Baik dalam internal organisasi maupun pelaksanaan teknis Pemilu yang terdaftar di KPU.

Sebagai ketua TKD, Demul, sapaannya, menekankan untuk mengurangi kegiatan yang sifatnya seremonial. Dimana seharusnya ada kebutuhan publik yang dikomandoi oleh satu orang.

"Fokus kita adalah melakukan penataan jaringan yang berbasis teritorial TPS," ujar Demul usai acara.

Dia tidak ingin anggota TKD, termasuk relawan didalamnya hanya muncul saat seremoni. Namun perlu adanya jaringan yang terpetakan di setiap daerah.

"Orang yang mengaku sebagai pendukung tugasnya hanya satu yaitu memenangkan Jokowi-Ma'ruf di TPS-nya," terang Demul.

Dia tidak ingin relawan maupun anggota TKD tidak mengetahui soal TPS-nya. Sehingga kampanye tidak hanya di media sosial tanpa tahu kenyataan di lapanga.

"Ini yang dibutuhkan olehnkita, yang bertanggung jawab di TPS. Yang namanya relawan harusnya sudah mengerti apa yang dilakukan di tiap TPS. Ini lebih baik dibanding kita rame sana rame sini, kampanye akan lebih efektif," tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA