Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Kala Thierry Henry Kembali Pulang

Ahad 14 Oct 2018 15:08 WIB

Rep: Reja Irfa Widodo/ Red: Endro Yuwanto

Thierry Henry

Thierry Henry

Foto: EPA/STEPHANIE LECOCQ
AS Monaco adalah klub pertama tempat Henry memulai debut profesional sebagai pemain.

REPUBLIKA.CO.ID,MONACO -- Mantan penyerang timnas Prancis sekaligus legenda Arsenal, Thierry Henry, resmi ditunjuk sebagai pengganti Leonardo Jardim di kursi pelatih kepala AS Monaco, Sabtu (13/10) waktu setempat. Untuk pertama kalinya sejak mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA Pro License pada 2016 silam, Henry akhirnya menduduki posisi tertinggi dalam struktur kepelatihan sebuah klub.

Pengalaman pertama melatih sebuah klub ini pun didapatkan Henry dari tempat yang istimewa. Maklum, AS Monaco merupakan klub pertama tempat Henry memulai debut profesionalnya, tepatnya pada 1994, di usia 17 tahun. Mengakhiri kerja sama bersama AS Monaco pada 1999, Henry sukses mengantarkan Monaco menjadi juara Divisi I Liga Prancis pada musim 1996/1997 dengan torehan total 28 gol dari 141 penampilan.

Kini, Henry pun kembali pulang ke Monaco. Alasan emosional dan kedekatan personal inilah yang membuat pria berusia 41 tahun itu menerima pinangan AS Monaco. ''Dalam beberapa tahun terakhir, saya menerima sejumlah tawaran melatih, tapi Monaco selalu berada di hati saya. Mengawali karier profesional di Monaco, sepertinya takdir memang mengharuskan, saya memulai karier pelatih di sini,'' kata Henry seperti dikutip BBC, Ahad (14/10) waktu setempat.

Semasa menjadi pemain, Henry memang telah banyak merasakan manisnya kesukesan. Bersama Arsenal, Henry termasuk dalam tim ''invicibles'' yang membawa Arsenal tidak terkalahkan dalam satu musim Liga Primer Inggris. Sebanyak 226 gol dari 369 penampilan bersama the Gunners mengantarkan Henry menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub asal London Utara tersebut.

Sementara di lemari trofi Arsenal, Henry telah menyumbangkan dua gelar Liga Primer Inggris dan dua trofi Piala FA. Kiprah anak dari orang tua yang berasal dari salah satu pulau di Karibia, Guadeloupe dan Martinique, itu kian moncer saat hijrah ke Barcelona. Tiga gelar, dua gelar domestik dan satu trofi Liga Champions, pada musim 2008/2009 mampu dipersembahkan Henry buat klub asal Katalan tersebut.

Di level timnas, peraih empat titel Sepatu Emas Liga Primer Inggris ini mempersembahkan satu trofi Piala Dunia pada 1998 dan satu titel Piala Eropa pada 2000. Henry pun mengantarkan Prancis menjadi tim pertama yang mengawinkan dua gelar paling prestisius di dunia sepak bola internasional tersebut.

Akhirnya, pada Desember 2014, usai menyelesaikan kontraknya bersama klub asal Amerika Serikat, New York Red Bulls, Henry memutuskan gantung sepatu dan fokus untuk mengejar karier sebagai pelatih sepak bola.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA