Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Petugas PBB di Kongo Terpapar Ebola

Ahad 14 Oct 2018 07:35 WIB

Red: Muhammad Hafil

Virus Ebola

Virus Ebola

Foto: abc news
Wabah ebola memburuk dalam beberapa pekan terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, GOMA -- Seorang tukang ledeng pekerja satuan penjaga perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo Timur dinyatakan terjangkit Ebola. Kepastian itu dinyatakan oleh Kementerian Kesehatan setempat pada akhir pekan lalu. 

Buletin harian kementerian tersebut mengatakan, tukang ledeng itu diyakini terpapar virus itu di pusat kesehatan di kota Beni, yang dijalankan tabib tradisional. Di mana, penderita ebola mencari pengobatan ke tempat itu.  

Wabah Ebola di perbatasan timur Kongo dengan Uganda dan Rwanda memburuk dalam beberapa pekan belakangan. Ini karena penolakan masyarakat terhadap petugas kesehatan dan ketidakamanan akibat kegiatan pemberontak di daerah tersebut.

Kementerian Kesehatan menyatakan lima lagi penderita ditemukan dan lima kematian lagi terjadi. Itu membuat jumlah kematian menjadi 130 dan dipastikan atau kemungkinan 205 sejak Juli.

Rekan tukang ledeng itu juga terdaftar divaksinasi pada Sabtu dan didaftarkan untuk cuti selama 21 hari, masa terlama penetasan virus tersebut. "Seorang rekan PBB berbasis di Beni dinyatakan terjangkit Ebola dan sekarang dirawat," kata kepala penjaga perdamaian Kongo, Leila Zerrougui, dalam surat kepada karyawan.

Ia menyatakan karyawan tidak bekerja beberapa pekan dan bahwa pelacakan atas orang itu dimulai dengan segera. Pekerja AS mengambil peran giat dalam menanggapi wabah itu, termasuk dengan memberikan keamanan untuk tanggapan pertama di daerah terancam kelompok petempur.

Ebola adalah demam berdarah, yang menyebar melalui sentuhan dengan cairan tubuh korbannya dan biasanya membunuh setengah dari yang tertular.

Pejabat tinggi Badan Kesehatan Dunia kepada Reuters pada Kamis menyatakan memperkirakan wabah itu berlangsung setidak-tidaknya tiga atau empat bulan lagi dan bisa menyebar ke Uganda atau Rwanda.

sumber : Reuters/Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA