Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

TKN Jokowi-Ma'ruf Terus Kedepankan Kampanye Positif

Senin 08 Oct 2018 19:25 WIB

Red: Andri Saubani

Sekjen Nasdem Johnny G Plate, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, seusai pertemuan antarsekjen partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8).

Sekjen Nasdem Johnny G Plate, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding, seusai pertemuan antarsekjen partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8).

Foto: Republika/Bayu Adji P
TKN menghindari kampanye yang menyerang pihak lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo dan Ma'ruf Amin akan terus melakukan kampanye positif dengan mengedepankan kinerja, program kerja, dan prestasi dalam menghadapi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. TKN menghindari kampanye yang menyerang pihak lain.

"Dalam pandangan kami, kampanye positif yang simpatik akan mendapat simpati dan diterima masyarakat," kata Sekteratis TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menjawab pertanyaan pers, di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Senin (8/10).

Menurut Hasto, TKN Jokowi-Ma'ruf dalam setiap kampaye selalu menyampaikan gagasan dan program, menjabarkan desain kemajuan bagi Indonesia Raya yang bertumpu pada jati diri dan kepribadian bangsa, menunjukkan prestasi kerja, sekaligus menghindari kampanye negatif. "Apalagi sampai mengumbar sisi buruk lain. Itu sangat kami hindari," ucapnya.

Namun di sisi lain, kata dia, pasangan capres-cawapres Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, maupun tim kampanyenya, kadang-kadang mendapat serangan cukup tajam dari pihak lainnya. "Karena itu, kami harus meresponsnya untuk memberikan klarifikasi. Itu manusiawi," ujarnya.

Hasto menambahkan, TKN Jokowi-Ma'ruf juga menjunjung tinggi filosofi, "becik ketitik olo ketoro", yang artinya suatu perbuatan baik yang ditutup-tutupi maka suatu saat akan muncul. Sebaliknya, sepandai-pandainya menyimpan keburukan dan perbuatan tercela suatu saat akan tercium juga.

"Filosofi tersebut mengajarkan kepada kami, bahwa berbuat baik dan kebaijkan itu jauh lebih penting dari pada menyerang pihak lain, tanpa menunjukkan prestasi," kata Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu.

Pada kesempatan tersebut, Hasto menambahkan, hasil survei dari sebuah lembaga survei independen menyimpulkan, elektabilitas Presiden Joko Widodo tinggi yakni 60,2 persen dan jauh lebih tinggi daripada elektabilitas Prabowo Subianto yakni 29,8. Menurut dia, ini menunjukkan bahwa kinerja dan kerja Presiden Joko Widodo terbukti disambut baik dan diterima masyarakat.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA