Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Prabowo Imbau Pendukungnya tak Sebar Ujaran Kebencian

Ahad 07 Oct 2018 20:07 WIB

Red: Andri Saubani

Calon Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga di Pesantren Alquran KH Abdullah Syafiie As Syafiiyah Pulo Air Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Ahad (7/10). Kedatangannya untuk menghadiri tasyakur dan haul almarhum KH Abdullah Syafiie.

Calon Presiden Prabowo Subianto disambut antusias warga di Pesantren Alquran KH Abdullah Syafiie As Syafiiyah Pulo Air Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat Ahad (7/10). Kedatangannya untuk menghadiri tasyakur dan haul almarhum KH Abdullah Syafiie.

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Prabowo hari ini mengunjungi konstituennya di Sukabumi, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Calon presiden (capres), Prabowo Subianto mengimbau pendukungnya untuk tidak menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian baik di media sosial atau tempat lainnya. Imbaun ini disampaikan Prabowo saat mengunjungi Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (7/10).

"Saya merasa terharu dengan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat, namun demikian untuk berjuang memenangkan Pilpres 2019 mendatang seluruh pendukung agar tidak sebar ujaran kebencian," kata Prabowo.

Menurutnya, dalam pelaksanaan pilpres ini, ia mengajak seluruh pendukungnya untuk santun dalam menyampaikan berbagai informasi. Namun, demikian jangan lengah dan harus mengawal terus pelaksanaan Pilpres ini.

Bahkan, setiap harinya ia selalu berdoa kepada Yang Maha Kuasa jika dipercaya rakyat agar tidak berkhianat kepada rakyat. Segala amanat yang diberikan harus dilakukan sebaik mungkin khususnya dalam membangun ekonomi.

Setiap kali dirinya datang ke tengah masyarakat, ia selalu melihat pandangan rakyat yang menaruh harapan kepada dirinya. Bahkan, dari sentuhan tangan dari rakyat orang nomor satu di Partai Gerindra tersebut merasakan kepercayaan dari masyarakat.

"Saya sekarang merasakan dukungan dari rakyat ada harapan besar untuk perubahan serta perbaikan. Setiap kali saya berada di kalangan masyarakat selalu merasakan getaran jiwa, hasrat pandangan mata memberitahukan kepercayaan besar kepada saya," tambahnya.

Prabowo menuturkan rakyat harus cukup pangan, ekonomi harus untuk rakyat bukan rakyat untuk ekonomi. Selain itu, sumber kekayaan alam harus dikelola sebaik mungkin, bukan dijual murah ke bangsa asing.

"Ini perjuangan saya dan hingga saat ini masih terus berjuang, bukan karena haus kekuasaan tetapi haus keadilan. Apalagi para alim ulama selalu memberi tahu bahwa tugas pemimpin ada dua yakni satu tidak boleh membiarkan kemiskinan berlanjut dan harus menghilangkan kemiskinan serta menegakkan keadilan," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA