Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

Thursday, 28 Jumadil Awwal 1441 / 23 January 2020

SMRC: Prabowo-Sandi Bisa Ungguli Jokowi-Ma'ruf, Jika...

Ahad 07 Oct 2018 17:32 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andri Saubani

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri)-Maaruf Amin (kiri) dan nomor urut 02 Prabowo Subianto (ketiga kiri)- Sandiaga Uno (kanan) berbincang saat menghadiri Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Ahad (23/9).

Pasangan Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kedua kiri)-Maaruf Amin (kiri) dan nomor urut 02 Prabowo Subianto (ketiga kiri)- Sandiaga Uno (kanan) berbincang saat menghadiri Deklarasi Kampanye Damai dan Berintegritas di kawasan Monas, Jakarta, Ahad (23/9).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Berdasarkan survei terbaru SMRC, elektabilitas Jokowi masih mengungguli Prabowo.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) Djayadi Hanan menilai, masih banyak peluang bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk membalikkan keadaan. Menurut dia, dalam kontestasi pemlihan umum presiden (pilpres) ada empat hal yang dapat mengubah suara dalam jumlah besar pada pilpres.

Baca Juga

Baca Juga:

Empat hal itu adalah kondisi politik, ekonomi, hukum, dan keamanan. Djayadi menyebut empat hal itu sebagai faktor fundamental yang bisa mengubah peta suara dalam jangka waktu lama.

Karena itu, menurut dia, tak ada jaminan elektabilitas tinggi yang diraih pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin akan bertahan hingga hari pencoblosan. "Satu, pilpres masih lama, dan banyak faktor yang bisa memengaruhi," kata dia di Kantor SMRC, Cikini, Jakarta Pusat, Ahad (7/10).

Di antara empat sektor fundamental, ekonomi merupakan hal yang paling disorot pada pemerintahan Jokowi. Berdasarkan survei SMRC, 22 persen masyarakat menilai kondisi ekonomi saat ini jauh dan/atau lebih buruk dari tahun lalu, 29,3 persen menyatakan tidak ada perubahan, dan 41,8 persen menyatakan lebih dan/atau jauh lebih baik.

Meski begitu, kinerja Jokowi selama menjabat sebagai presiden mendapat nilai baik di masyarakat. Sebanyak 9,7 persen menyatakan sangat puas, 63,7 persen cukup puas, 22,6 persen kurang puas, dan 2,8 persen tidak puas sama sekali.

Djayadi melanjutkan, tingkat keyakinan masyarakat kepada Jokowi juga masih tinggi. Sebanyak 13 persen masyarakat sangat yakin, 58,1 persen cukup yakin, 20,3 persen kurang yakin, dan 2,9 persen tidak yakin sama sekali.

Faktor itu dibagi dua, faktor fundamental dan nonfudamental. Faktor yang bisa mememgaruhi besar adalah faktor fundamental berupa kondisi politik, ekonomi, hukum, dan keamanan. Empat hal itu yang dapat memengaruhi situasi pertarungan dalam waktu yang lama.

Namun, ia mengingatkan, tren itu akan berubah jika kondisi ekonomi, politik, hukum, atau keamanan berubah dengan cepat. "Sangat mungkin. Misalnya pengaruh dolar AS terus naik, dan seterusnya. Kalau itu terus memburuk, bisa memengaruhi inflasi. Tren itu bisa berubah dan berbalik kepada penantang," kata dia.

Hasil survei terbaru SMRC menunjukkan calon presiden (capres) Jokow) masih unggul dibandingkan penantangnya, Prabowo Subianto. Berdasarkan jawaban spontan masyarakat, Jokowi meraih elektabilitas 47, 4 persen sedangkan Prabowo hanya 21,8 persen.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA