Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Thursday, 12 Syawwal 1441 / 04 June 2020

Interpol Minta Cina Jelaskan Keberadaan Meng Hongwei

Ahad 07 Oct 2018 07:45 WIB

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Nidia Zuraya

Meng Hongwei

Meng Hongwei

Foto: AP Photo/Wong Maye
Presiden Interpol Meng Hongwei dinyatakan hilang setelah mengunjungi Cina

REPUBLIKA.CO.ID, LYON -- Badan Kepolisian Internasional (Interpol) meminta Cina memberikan kejelasan status atas keberadaan Meng Hongwei. Presiden Interpol tersebut dinyatakan hilang setelah mengunjungi negaranya, Cina.

Keluarga Meng Hongwei tidak mendengar kabar tentangnya sejak tanggal 25 September ketika Meng meninggalkan Lyon, Perancis menuju Cina. "Interpol telah meminta klarifikasi dari pemerintah Cina melalui saluran penegak hukum resmi atas status keberadaan Presiden Interpol Meng Hongwei," kata Sekretaris Jenderal Interpol Jürgen Stock, seperti dilansir dari BBC, Ahad (7/10).

Surat kabar South China Morning Post (SCMP) menulis laporan Meng telah diculik untuk diinterogasi di Cina. Sampai saat ini Cina belum memberikan komentar terkait hilangnya laki-laki berusia 64 tahun tersebut. SCMP menulis belum diketahui pelanggaran apa dan di mana Meng ditahan.

"Sekretaris Jenderal Interpol menantikan tanggapan resmi dari pemerintah Cina untuk mengatasi kekhawatiran atas kesehatan presiden Meng Hongwei," tambah Stock.

Sebagai Sekjen Interpol Stock lebih banyak mengurus pekerjaan harian di organisasi yang memiliki 192 anggota tersebut. Sementara tugas presiden interpol lebih bersifat seremonial.

Interpol berkoordinasi dengan para anggotanya untuk melakukan pencarian. Mereka telah mengeluarkan peringatan kuning untuk kasus orang hilang dan peringatan mereka sebagai tanda peringatan internasional.

Tapi Interpol tidak memiliki kekuasaan untuk mengirim petugas mereka ke negara anggota untuk menangkap atau memberikan surat penangkapan. Sementara itu Perancis, negara yang menjadi markas Interpol juga sudah mulai melakukan investigasi.

Meng Hongwei terpilih sebagai presiden Interpol pada November 2016 lalu. Ia menjadi orang Cina pertama yang memegang jabatan tersebut dan masa jabatannya baru akan berakhir pada tahun 2020.

Dia memimpin komite eksekutif yang mana bertugas untuk mengarahkan organisasi tersebut. Sebelum bergabung di Interpol, Meng pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan Publik Cina dan sampai saat ia juga masih salah satu pejabat tinggi di Partai Komunis Cina.

Meng memiliki pengalaman selama 40 tahun dalam sistem peradilan dan kebijakan di Cina. Ia dikenal dibidang pemberantasan narkoba, kontra-terorisme dan kontrol perbatasan. 

Banyak kelompok hak asasi manusia yang prihatin dengan terpilihnya Meng sebagai presiden Interpol. Mereka khawatir terpilihnya Meng dapat membantu Cina menangkap para lawan politik pemerintahan saat ini yang kabur keluar negeri.

Sejak Xi Jinping menjadi presiden Cina pada tahun 2012 banyak pejabat tinggi Partai Komunis yang menghilang selama beberapa waktu. Lalu tiba-tiba muncul pengumuman hukuman penjara bagi mereka.

Pertama-tama mereka tiba-tiba menghilang dari publik lalu muncul pengumuman orang hilang. Pemerintah Cina akan mengeluarkan pernyataan orang yang hilang tengah berada dalam investigasi kasus tertentu. Orang yang dinyatakan hilang itu dinyatakan telah melakukan pelanggaran.

Lebih dari satu juta pejabat Partai Komunis Cina yang telah dihukum dengan berbagai cara atau alasan. Analis BBC Celia Hatton berpendapat ada alasan mengapa kasus Meng ini mencuat.

Menurut Hatton kasus ini mencuat karena istri Meng melaporkan kasus ini ke pemerintah asing. Tidak pernah ada keluarga dari pejabat yang dinyatakan hilang melapor ke pemerintah asing karena mereka takut akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA