Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Islamic Center Albania Sumbang 500 Kg Daging Kambing

Jumat 05 Oct 2018 22:13 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Pusat Kebudayaan Islam Albania di Staten Island, New York, Amerika Serikat (AS) menyumbang 500 kilogram daging kambing.

Pusat Kebudayaan Islam Albania di Staten Island, New York, Amerika Serikat (AS) menyumbang 500 kilogram daging kambing.

Foto: Silive
Daging dibagikan untuk orang miskin di New York.

REPUBLIKA.CO.ID, STATEN ISLAND -- Pusat Kebudayaan Islam Albania di Staten Island, New York, Amerika Serikat (AS) akan membantu memberi makan orang-orang yang kelaparan. Bekerja sama dengan Project Hospitality, setidaknya 500 kilogram daging kambing akan disumbangkan untuk mewujudkan hal itu.

“Sumbangan ini bermaksud menawarkan pilihan yang halal bagi mereka yang mengalami kelaparan dan tetap ingin memegang teguh kepercayaan mereka,” ujar direktur Program Makanan dan Gizi di Project Hospitality, Trazy Collins, dilansir di Silive, Kamis (4/10).

Menurut Collins, ini adalah hal yang tidak biasa bagi banyak orang yang memiliki suatu keyakinan beragama. Selama ini, Project Hospitality sangat jarang menerima sumbangan makanan yang diklaim halal dan juga bebas dari berbagai alergen seperti gluten, kedelai, dan susu.

Pusat Kebudayaan Islam Albania juga memberikan sumbangan daging domba seberat satu kuintal kepada lembaga nonprofit Stapleton tahun lalu. Menurut Direktur ICNA Relief atau yang telah menjadi Pusat Kebudayaan Islam Albania, Moviz Siddiqi,  distribusi dilakukan untuk warga miskin.

“Kami mendistribusikan daging di antara orang-orang miskin,” ujar Siddiqi.

Sejak 1982, Project Hospitality telah menjadi tempat di mana orang-orang di Staten Island dapat menemukan makanan, tempat untuk tidur, welas asih, koneksi dan kesempatan. Bahkan, hal ini berlaku di tengah masa-masa sulit sekalipun.




BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA