Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

A Simple Favor, Komedi Gelap Dua Sahabat

Kamis 04 Okt 2018 13:10 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Indira Rezkisari

Film A Simple Favor.

Film A Simple Favor.

Foto: dok Lionsgate
Wanita modern dengan mudah menemukan relasi dengan karakter utama film.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Stephanie (Anna Kendrick), seorang ibu tunggal dan vlogger tayangan memasak, tengah menghadapi hal membingungkan. Sahabatnya, Emily (Blake Lively), yang juga ibu dari teman baik putranya di sekolah, mendadak hilang tanpa bekas.

Bersama Sean (Henry Golding), suami Emily, Stephanie berusaha keras mencari sahabatnya dengan berbagai cara. Ibu muda yang polos itu tidak menyadari sama sekali bahwa pencariannya akan berujung pada kasus kriminal yang dramatis dan berbahaya.

Film A Simple Favor dengan tokoh utama Stephanie dan Emily menyajikan paduan antara komedi gelap dan genre thriller. Selama 119 menit durasi, penonton bergantian terbawa antara tawa dan ketegangan, serta ramuan keduanya.

Dua sosok sentral dalam film 17 tahun ke atas ini digambarkan sangat berbeda. Stephanie adalah tipe ibu rumah tangga yang jago memasak dan sangat keibuan, sementara Emily perempuan karier yang tegas dan ambisius.

Meski punya karakter bertolak belakang, keduanya lambat laun bisa 'klik' dan saling melengkapi. Stephanie pun tetap percaya pada sahabatnya meskipun orang tua lain di sekolah menuding Emily hanya memanfaatkan dirinya.

Kisah dalam film diangkat dari novel berjudul sama karya Darcey Bell yang sangat relevan dengan kehidupan ibu rumah tangga modern. Sutradara Paul Feig cukup sukses menghadirkan suasana dan unsur kekinian itu pada layar.

Misalnya, Stephanie yang selalu membuat video blog dalam berbagai tema, atau Emily yang sangat modis dan punya karier cemerlang di kantor desainer. Film yang segera tayang pada pertengahan Oktober ini menyisipkan pesan tersirat mengenai feminisme dan kemandirian perempuan.

Sejumlah dialog antara Emily dan Stephanie pun akan terkenang, salah satunya bahwa "perempuan tak perlu meminta maaf atas apapun, terutama pada pria". Mungkin, pandangan terbuka itu yang membuat film mendapat penilaian 84 persen segar dari laman ulasan Rotten Tomatoes.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA