Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Warga Masih Antre Naik Hercules untuk Keluar Palu

Rabu 03 Oct 2018 20:35 WIB

Red: Nur Aini

Sebanyak 346 personel TNI-Polri berhasil mensterilkan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri dari kerumunan para pengungsi yang ingin keluar dari kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (2/10).

Sebanyak 346 personel TNI-Polri berhasil mensterilkan Bandara Mutiara Sis Al-Jufri dari kerumunan para pengungsi yang ingin keluar dari kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (2/10).

Foto: Dok Mabes TNI
Eksodus warga Palu terjadi dengan transportasi darat.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Masyarakat terdampak bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah masih mengantre untuk diangkut pesawat Hercules TNI AU agar bisa keluar dari Palu menuju kota-kota terdekat.

Pantauan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Rabu (3/10), masyarakat mengantre ingin masuk ke dalam pesawat untuk bisa keluar dari Palu. Pemberangkatan pesawat Hercules ke Makassar sekitar pukul 15.00 WITA mengangkut 180 orang baik WNI maupun WNA.

Pada pemberangkatan tersebut juga memprioritaskan korban gempa yang memerlukan tindakan operasi atau masyarakat dengan penyakit yang membutuhkan tindakan medis secara rutin seperti hemodialisa atau cuci darah. Berdasarkan data yang didapat dari sumber militer, pesawat Hercules yang berangkat ke Makassar sekitar pukul 15.00 WITA merupakan pesawat ketiga yang memberangkatkan masyarakat keluar Palu dan masih ada beberapa pesawat berikutnya.

photo
Calon penumpang menunggu penerbangan di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10).
Selain melalui transportasi udara, eksodus juga dilakukan oleh masyarakat melalui jalur darat menggunakan kendaraan pribadi. Sementara berbagai instansi pemerintah, kementerian-lembaga, dan organisasi juga terus berdatangan membawa logistik, aparat keamanan, teknisi beserta peralatan untuk pemulihan listrik, tenaga medis, untuk kebutuhan dasar para pengungsi.

Bantuan internasional juga sudah mulai sampai di Palu, yaitu dari Singapura berupa tenda, perlengkapan tidur, dan penerangan.

Baca: Menhub: Tidak Ada Penerbangan Komersial Gratis di Palu

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA