Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Saturday, 3 Jumadil Akhir 1442 / 16 January 2021

Ridwan Kamil Rancang Masterplan Tiga Tipe Pariwisata

Ahad 30 Sep 2018 20:18 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Elba Damhuri

Foto aerial suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Senin (9/7).

Foto aerial suasana Waduk Jatigede di Sumedang, Jawa Barat, Senin (9/7).

Foto: ANTARA FOTO
Ridwan Kamil ingin pariwisata tumbuh dan memberikan efek besar bagi Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID BANDUNG -- Pemprov Jawa Barat (Jabar) akan fokus mengembangkan pariwisata selama lima tahun ke depan. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, dalam masterplan pembangunan wisata di Jabar ada tiga tipe pengembangan yang akan dilakukan.

BACA JUGA:

"Masterplan pembangunan pariwisata terbagi dalam tiga tipe, yaitu tipe pertama, tipe kedua, dan tipe ketiga," kata Ridwan Kamil, yang akrab disapa Emil saat menghadiri pembukaan Festival Pesona Jatigede "Hard Fest 2" yang dibuka oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya di Panenjoan Waduk Jatigede, Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Sabtu (29/9/18).

Tipe pertama, Pemprov Jawa Barat akan memberikan anggaran berupa hibah untuk mempermudah aksesibilitas menuju tempat wisata dengan anggaran sekitar Rp 15 Miliar per lokasi. Tipe kedua, Jawa Barat akan memberikan hibah sampai Rp 50 Miliar ke setiap kabupaten/kota untuk mengembangkan potensi destinasi wisatanya.

Tipe ketiga, Emil ingin bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata mengembangkan kawasan-kawasan ekonomi khusus berbasis pariwisata. "Itulah tiga komitmen dalam lima tahun. Tipe satu memperbaiki akses eksisting destinasi, tipe dua membuat destinasi, dan tipe tiga adalah mengundang investasi di skala besar untuk pariwisata," kata Emil.

Potensi pariwisata di Jabar harus dikembangkan karena Jawa Barat sudah diberikan berkah oleh Allah SWT pemandangan gunung, bukit, pantai yang indah. "Jadi hanya butuh gagasan dan komitmen menjadikan nilai tambah ekonomi," kata Emil.

Jika Pemprov Jabar fokus ke pariwisata, jelas dia, maka orang-orang lokal yang pengangguran akan terangkat karena ada potensi pekerjaan. Pertanian nanti akan terbeli karena akan ada kuliner. "Jadi, pariwisata itu multidimensi," katanya.

Pemprov Jawa Barat pun, sambung Emil, akan memberikan hibah berupa bus pariwisata ke setiap kabupaten/kota mulai Desember 2018. Pada kesempatan ini, Emil juga menyerahkan gambar perahu khas Jatigede hasil karyanya sendiri kepada Bupati Sumedang Doni Ahmad Munir.

"Jatigede nanti jika sudah tertata saya akan mendesainkan perahu khas Jatigede, supaya perahunya di desain dengan baik menjadi ikon dari Jatigede," katanya.

Festival Pesona Jatigede kali kedua ini diikuti oleh berbagai komunitas motor trail dari berbagai daerah tidak hanya dari Jawa Barat, namun juga nasional. Tercatat ada 4.000 peserta ikut serta dalam festival tahunan ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan Waduk Jatiede menjadi kawasan wisata nasional. Karena, Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang mempunyai potensi besar untuk menjadi sebuah kawasan wisata.

Setelah resmi beroperasi pada 2015 lalu, waduk ini menjadi ramai pengunjung.  Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Pariwisata juga telah mengembangkan desa wisata di sekitar Jatigede.

Menurut Arief, ada empat desa wisata yang sudah berjalan saat ini. Kementerian Pariwisata pun berkomitmen akan membantu secara penuh pengembangan dunia pariwisata di Jawa Barat.

Arief mengusulkan Jawa Barat memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis pariwisata untuk mempermudah perizinan investasi di bidang pariwisata. "Saya akan membantu penuh Jawa Barat untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia," katanya.

Sementara terkait Festival Pesona Jatigede, Arief menilai meskipun festival ini baru digelar dua kali namun festival ini sukses digelar. Bahkan telah menjadi trending topic nomor 1 di media sosial Twitter pada hari ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA