Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Thursday, 15 Jumadil Akhir 1442 / 28 January 2021

Tommy Sugiarto Gagal Raih Gelar Korea Terbuka

Ahad 30 Sep 2018 12:53 WIB

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Yudha Manggala P Putra

Pemain tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto

Pemain tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto

Foto: Humas PBSI
Tommy kandas dua gim langsung dari Chou Tien Chen asal Taipei.

REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto dipaksa puas menjadi runner-up Korea Terbuka 2018 setelah kandas dari Chou Tien Chen asal Taipei. Tommy takluk 13-21 dan 16-21 pada laga final di Songpa-Gu, Seoul, Korea Selatan (Korsel), Ahad (30/9).

Tommy kandas dua gim langsung setelah Tien Chen unggul dengan mudah. Di gim pertama, Tommy sebetulnya mampu menahan imbang Tien Chen. Sejak awal pertandingan, kedua pebulu tangkis tersebut saling kejar-mengejar angka sampai skor 8-8. Tien Chen, sebagai unggulan keempat dalam turnamen ini, berhasil meninggalkan Tommy di angka 10.

Sementara Tien Chen melaju sampai mengantongi 18 angka. Lima menit lebih gim pertama, Tommy menyerah 21-13. Di set kedua, Tommy mencoba membalas. Akan tetapi Tien Chen tak memberikan peluang. Tommy tertinggal dan tak mampu mengejar saat Tien Chen unggul 1-4 sampai skor 3-7.

Lagi-lagi, Tommy sempat memaksa Tien Chen bermain imbang saat skor 8-8. Namun Tien Chen kembali melaju meninggalkan Tommy sampai skor 9-13. Tommy tetap berusaha mengejar skor tertinggal sampai 11-15. Namun selama 20 menit kurang set kedua, Tien Chen menghabisi Tommy dengan skor akhir set kedua dengan 16-21. Tommy, pun harus mengakui keunggulan lawannya kali ini.

Tien Chen berhak ke podium juara. Kemenangan kali ini, pun seperti hasil dari pembalasan tunggal putra Taiwan atas Indonesia. Tommy, terakhir kali membikin kandas pesaingnya itu saat Indonesia Terbuka 2018 di Jakarta beberapa bulan lalu. Kini keduanya bersaing dengan skor statistik sementara 5-4 keunggulan untuk Tien Chen.

Bagi Tommy, kegagalan meraih gelar Korea Terbuka kali ini, sebetulnya tak terlalu buruk. Menempati peringkat kedua Korea Terbuka patut dicatat sebagai kemajuan bagi pebulu tangkis 30 tahun tersebut setelah gagal berada di podium Cina Terbuka 2018, dan Jepang Terbuka 2018.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA