Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Operasional Pengusaha Tambak Beralih Gunakan Listrik PLN

Sabtu 29 Sep 2018 16:00 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Dwi Murdaningsih

Udang Vaname

Udang Vaname

Menggunakan listrik PLN juga meniadakan biaya mobilisasi BBM.

REPUBLIKA.CO.ID, TEGAL -- Pasokan listrik PLN kian menjadi pilihan pengusaha tambak di wilayah Kota Tegal. Efisiensi biaya operasional menjadi alasan para pengusaha selain jaminan pasokan daya.

Sudarso, salah satu pengusaha tambak udang Vaname mengungkapkan, kini sejumlah pengusaha tambak di Tegal telah beralih dari generator (diesel) ke pasokan listrik PLN.

Hal ini mereka lakukan untuk menekan pengeluaran biaya operasional, terutama Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengoperasionalkan mesin generator listrik.

“Dengan listrik PLN, nyatanya menjadi lebih hemat hingga 75 persen dan lebih menjamin kebutuhan listrik," kata dia, saat menerima kunjungan Pimpinan PLN Area Tegal, Sabtu (29/9).

Selain itu, lanjutnya, dengan menggunakan listrik PLN juga telah meniadakan biaya mobilisasi dan ketersediaan stok BBM untuk tambak, terutama saat solar generator habis pada malam hari.

Mau tak mau harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mengirimkan solar sampai ke lokasi tambak. Sehingga pengeluaran untuk bahan bakar bisa ditekan jauh.

Inilah yang menjadi alasan beberapa pengusaha tambak udang di Tegal, kini beralih untuk menggunakan listrik dari PLN. "Karena jelas bisa menekan biaya operasional," ucap Sudarso.

Dalam kesempatan ini, Manajer Area Tegal, Roxy Swagerino menyampaikan, salah satu faktor mengapa pengusaha belum beralih menggunakan listrik PLN karena mereka belum paham dengan tarif listrik.

Menurutnya, tarif listrik yang berlaku saat ini telah sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Bahkan PLN kini telah banyak memberikan kemudahan pelayanan bagi pelanggan dan masyarakat.

Salah satunya melalui program ‘Gebyar Kemerdekaan’ beberapa waktu lalu yang memberikan diskon tambah daya 50 persen dan penerangan sementara Rp 170.845 sudah termasuk 80 kWh yang berlaku hingga tanggal 31 Oktober 2018.

"Pelanggan dapat mendaftarkan langsung melalui website www.pln.co.id atau melalui loket PLN terdekat," ucap dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA