Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Friday, 9 Jumadil Akhir 1442 / 22 January 2021

Pascagempa, Kondisi 11 Bandara Ini Normal

Jumat 28 Sep 2018 22:59 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

 Foto yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan yang runtuh setelah gempa berkekuatan 7,7 yang melanda di Donggala, Sulawesi Tengah,Jumat (28/9).

Foto yang disediakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB) menunjukkan sebuah pusat perbelanjaan yang runtuh setelah gempa berkekuatan 7,7 yang melanda di Donggala, Sulawesi Tengah,Jumat (28/9).

Foto: EPA-EFE/ BNPB
Ditjen Perhubungan Udara sudah menginstruksikan memeriksa bandara di Sulteng

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemnhub) menyatakan 11 bandara di Sulawesi masih berada pada kondisi normal meski gempa berkekuatan 7,7 skala ritcher mengguncang wilayah Donggala, Sulawesi tengah, Jumat (28/9) 

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub M Pramintohadi Sukarno mengatakan kesebelas bandara tersebut yaitu Bandara Andi Jemma-Masamba, Bandara Lagaligo-Bua, Bandara Rampi, Bandara Bone, Bandara Tanjung Api-Ampana, Bandara Pongtiku-Tana Toraja, Bandara Haluoleo-Kendari, Bandara Kasiguncu-Poso, Bandara Pogogul-Buol, Bandara Sultan Bantilan- Toli Tolim, dan Bandara Syukuran Aminuddin Amir. 

Pramintohadi memastikan pihaknya saat ini sudah memeriksa seluruh bandara di wilayah Sulawesi Tengah. Dia mengatakan Ditjen Perhubungan Udara sudah menginstruksikan kepada seluruh jajaran memeriksa  fasilitas transportasi udara yang terdampak gempa, baik di Sulawesi Tengah, Gorontalo, maupun daerah sekitarnya.

Baca Juga

"Saya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran baik di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu, Gorontalo dan bandara-bandara sekitar untuk bergerak cepat mengecek seluruh fasilitas maupun kegiatan operasional penerbangan di sana dan semoga tidak ada kerusakan berat dan operasional penerbangan berjalan dengan normal," kata Pramintohadi, Jumat (28/9). 

Hanya saja, Pramintohadi menyatakan mendapatkan laporan bahwa Aerodrome Control Tower di Bandara SIS Al-Jufri retak dan rusak. Untuk sementara, kata dia, operasional di Bandara tersebut ditutup sejak sore tadi hingga 24 jam ke depan. 

Untuk itu, Pramintohadi  memerintahkan kepada jajarannya di Unit Pelaksana Teknis Ditjen Hubungan UDara untuk menigkatkan koordinasi dengan pihak terkait. "Hal ini dilakukan untuk melakukan pengecekan fasilitas transportasi udara agar tidak ada informasi yang terlewat," tutur Pramintohadi.

Pramintohadi meminta kepada seluruh stakeholder penerbangan di Palu dan daerah lain yang terhubung untuk tetap memaksimalkan pelayanan kepada penumpang. Pelayanan penumpang di bandara harus tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan sesuai aturan penerbangan sipil internasional dan nasional.

Sebelumnya, gempa mengguncang wilayah Sulawesi Tengah dengan kedalaman 10 kilometer yang bersumber dari 80 km sebelah barat laut kota Palu. Gempa tersebut berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA