Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Jalur Pendakian Gunung Guntur Ditutup

Jumat 28 Sep 2018 18:46 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Esthi Maharani

Gunung Guntur

Gunung Guntur

Penutupan bagi wisatawan itu dilakukan karena adanya kebakaran hutan

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT— Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah Garut terpaksa menutup jalur pendakian Gunung Guntur, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penutupan bagi wisatawan itu dilakukan karena adanya kebakaran hutan yang menghanguskan alang-alang di lereng gunung itu.

Kepala Seksie BKSDA Wilayah V Garut, Purwantono mengatakan, penutupan itu dilakukan mulai Jumat (28/9). Ia menuturkan, Gunung Guntur seringkali menjadi daya tarik wisata khususnya bagi pendaki untuk menuju puncak gunung tersebut.

Namun akibat adanya kebakaran hutan alang-alang di gunung itu, maka sementara ditutup bagi masyarakat umum maupun wisatawan karena berbahaya. "Penutupan ini merupakan upaya untuk mengurangi risiko," kata dia, Jumat (28/9).

Ia menyampaikan, hutan Gunung Guntur sudah kesekian kalinya terbakar, terakhir sejak Kamis (28/9) siang hingga Jumat sore masih terlihat asap di kawasan hutan tersebut. Oleh karena itu, hingga saat ini BKSDA pun terus melakukan upaya pemadaman.

Kobaran api di Blok Legok Jambu dan Tapal Kuda itu, kata dia, sudah mendekati Pos 3 atau di jalur pendakian Gunung Guntur. Terkait batas waktu penutupan jalur pendakian itu, ia mengatakan bahwa hal itu belum dapat ditentukan.

Menurutnya, jalur kembali dibuka setelah situasi di hutan Gunung Guntur aman untuk aktivitas manusia. "Sampai benar-benar aman bagi pendaki, kalau sudah kita pastikan aman, akan kami buka," katanya.

Kebakaran hutan di Gunung Guntur terlihat jelas kepulan asapnya di kawasan perkotaan Garut maupun di jalan utama Bandung-Garut pada siang hari. Bahkan kobaran api terlihat cukup jelas membakar kawasan hutan pada malam hari.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA