Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Smesco Atur Display Produk KUKM dengan Konsep Milenial

Kamis 27 Sep 2018 23:39 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Atlet panahan asal Thailand kunjungi Smesco

Atlet panahan asal Thailand kunjungi Smesco

Foto: Kementerian Koperasi dan UKM
Jumlah dan ragam produk dipilih dengan pertimbangan harga dan selera milenial

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) atau yang dikenal dengan nama smesco INDONESIA, membuat sebuah perubahan mendasar dalam bidang promosi produk unggulan provinsi dengan tujuan untuk menyesuaikan selera rasa seni kaum milenial.

Hal itu disampaikan  Direktur Utama LLP-KUKM Emilia Suhaimi saat menjadi pembicara dalam acara diskusi publik dalam rangkaian kegiatan Pameran Kriyanusa yang diselenggarakan oleh Dekranasda di Jakarta, Kamis (27/9).

Perubahan itu menurut Emilia, merupakan konsekwensi dari lembaga yang dipimpinnya memberikan layanan pemasaran dan promosi bagi ukm mitra dari 34 provinsi di Indonesia. 

Perubahan penataan dimaksud adalah menata display produk pada paviliun provinsi dengan konsep kekinian. Paviliun provinsi dipadatkan menjadi dua lantai agar lebh mudah dikunjungi dan terintegrasi.

Jumlah dan ragam produk unggulan khas daerah dipilih dengan pertimbangan harga dan disesuaikan dengan selera kaum milenial."Integrasi antar paviliun dan pembagian area kini lebih berimbang," kata Emilia.

Konsep kekinian juga dibarengi dengan melakukan pengaturan terhadap alokasi space untuk produk-produk yang dapat terjual secara cepat (fast moving), sebuah produk baru (new product), dan produk yang berorientasi ekspor (export product).

Selain menjadikan Paviliun provinsi sebagai  pusat belanja dan promosi produknya, Smesco Indonesia juga menyelenggarakan event daerah/propinsi bekerjasama dengan Dekranasda. KUKM provinsi di 34 dan Dinas Koperasi Provinsi difasilitasi melakukan promosi atas kreasi dan inovasinya sbg kriyanusa mendukung program seni, budaya, pariwisata daerahnya, menampilkan produk potensi wisata, budaya dan kulinernya yang khas.

Emilia mengatakan tidak sembarangan produk KUKM bisa masuk ke Smesco Indonesia melainkan harus melalui proses. Dimulai dari usulan dinas dan Dekranasda setempat. Baru kemudian dilakukan kurasi yang melibatkan tim ahli dari internal Smesco Indonesia.

"Jumlah dan ragam produk disesuaikan dengan space yang tersedia. Begitu juga updating produk minimal 3 bulan sekali, maupun penyelarasan produk dengan selera pasar/market trend," ujar Emilia

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA