Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Hana Ali Menulis Memoar Khusus Tentang Sang Ayah

Rabu 26 Sep 2018 22:47 WIB

Rep: MGROL 111/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Whitney Houston menyambut petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, yang menerima penghargaan GQ

Whitney Houston menyambut petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, yang menerima penghargaan GQ

Foto: AP/Mitch Jacobson
At Home with Muhammad Ali berasal dari rekaman sepanjang 80 jam tentang dirinya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Putri sang legenda tinju Muhammad Ali, Hana Ali telah menulis sebuah memoar yang bergerak berdasarkan rekaman 80 jam yang Muhammad Ali tinggalkan untuknya. Muhammad Ali memberikan rekaman tersebut kepada sang putri sebagai hadiah. 

Rekaman 80 jam terdiri dari doa, pidato, filosofi Ali dan renungan tentang kehidupannya yang penting. Hana Ali sekarang menulis memoar yang menyentuh berdasarkan rekaman yang ditinggalkan ayahnya. Diterbitkan oleh Penguin Random House, At Home dengan menghadirkan potret Muhammad Ali di balik layar, seorang pria yang dikagumi dan dihormati sebagai salah satu ikon olahraga terbesar di zaman kita.

Muhammad Ali meninggal pada tahun 2016, tetapi menurut putrinya Hana, suaranya masih berdering setiap hari, menghiburnya di saat-saat membutuhkan. Buku yang memiliki judul asli At Home With Muhammad Ali ini mengisahkan kenangan berharga Hana dengan ayahnya, bintang olahraga global.

Dilansir melalui India Times buku ini juga berbicara tentang kedekatan hubungan mereka, dan menunjukkan bagaimana Ali berusaha membentuk kehidupan putrinya dengan filosofi yang diilhaminya.

Muhammad Ali adalah satu-satunya orang yang memegang gelar kelas berat dunia tiga kali terpisah. Buku Hana mengungkapkan bagaimana Ali mendedikasikan dirinya untuk menjadi ayah yang baik dan seorang Muslim yang baik ketika ia mencapai akhir karir tinju yang luar biasa. Ia menjadi juara penyebab rasial dan mengambil panggung utama sebagai duta perdamaian dan persahabatan.

Pada saat yang sama, Ali berusaha menemukan keseimbangan tanggung jawabnya sebagai seorang suami, ayah, putra, dan teman. Melalui rekaman itu ia meninggalkan, Hana bersama dengan beberapa jurnal, surat cinta dan foto yang belum pernah dilihat, para pembaca akan menemukan Ali sebagai seorang pria keluarga.

Penguin Random House menulis, “Candid dan mengungkapkan, At Home With Muhammad Ali lebih dari sekadar buku keluarga Hana. Ini adalah surat cinta yang menyentuh dan menyentuh dari seorang anak perempuan hingga ayah.”

Lahir dari istri ketiga Muhammad Ali, Veronica, Hana Ali adalah anak bungsu ketiga. Dia menulis tiga buku sebelumnya dan telah bekerja sebagai spesialis perilaku dengan anak-anak autis selama 10 tahun.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA