Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Jokowi Janji Tetap Berikan Gaji ke-13 dan THR Bagi Pensiunan

Selasa 25 Sep 2018 18:14 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Pembukaan Pekan Purnabakti Indonesia. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Purnabakti Indonesia (PPI) Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (25/9).

Pembukaan Pekan Purnabakti Indonesia. Presiden Joko Widodo memberikan sambutan pada pembukaan Pekan Purnabakti Indonesia (PPI) Tahun 2018 di Jakarta, Selasa (25/9).

Foto: Republika/ Wihdan
Presiden menilai penting untuk mengendalikan inflasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo berjanji gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi purnaktif dan pensiunan tetap dilanjutkan tahun depan. Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara Peresmian Pembukaan Pekan Purnabakti Indonesia (PPI) Tahun 2018 di Rafflesia Grand Ballroom Balai Kartini Kuningan, Jakarta, Selasa (25/8).

"Tahun depan dilanjutkan lagi gaji ke-13 dan THR," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

Sebelumnya, ia menanyakan kepada para purnabakti yang hadir di acara apakah sudah menerima gaji ke-13 dan THR tahun ini. Presiden ingin memastikan karena ada laporan tentang tunjangan yang terlambat dicairkan.

Ia pun meminta jika ada purnabakti yang terlambat menerima tunjangan untuk maju.  Namun tidak satupun melakukannya sehingga dipastikan semuanya menerima tepat waktu.

Presiden pada kesempatan itu juga ingin memastikan daya beli masyarakat, termasuk purnabakti, meningkat agar berdampak pada pertumbuhan ekonomi. "Pada triwulan kedua ada pertumbuhan ekonomi lebih baik karena belanja bapak ibu lebih dari tahun sebelumnya," katanya.

Menurut Jokow, hal terpenting adalah mengendalikan inflasi agar tetap berada di kisaran 3,5 persen. Pasalnya, tambahan gaji ke-13 dan THR akan percuma jika inflasi cenderung tinggi.

Presiden pun kemudian menyambut baik kerja sama antara purnabakti dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. "Karena saya tahu bapak ibu masih memiliki potensi besar, pengalaman panjang dalam birokrasi kita," katanya.

Terlebih ia menambahkan, Kemendes selama ini agak kewalahan, terutama untuk membina kepala desa dalam menyusun laporan pertanggungjawaban dana desa.
Ia mengatakan, Kemendes juga perlu pengawasan dan kontrol dalam penggunaan dana desa. "Kalau tidak ada pengawasan, kontrol, monitor, bahaya, tapi kalau bisa fokus dan tepat sasaran akan bermanfaat bagi penduduk di desa," katanya.

Presiden juga berpesan kepada para purnabakti agar menjaga kerukunan dan persatuan bangsa sebagai aset yang terbesar bangsa ini.

Para purnabakti antusias menyambut kedatangan Presiden Jokowi dalam acara itu.
Presiden menyempatkan diri bersalam-salaman dengan mereka bahkan beberapa di antaranya berkesempatan swafoto bersama Presiden.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA