Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Monday, 13 Sya'ban 1441 / 06 April 2020

Kementerian PUPR Dorong Rumah MBR Terjangkau dan Berkualitas

Senin 24 Sep 2018 08:15 WIB

Red: EH Ismail

Kementerian PUPR mengikuti pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018, di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9)

Kementerian PUPR mengikuti pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018, di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9)

Pemerintah beri kemudahan bagi MBR untuk mendapatkan tempat tinggal layak

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mewujudkan Program Sejuta Rumah yang  dicanangkan  Presiden RI Joko Widodo. Program ini untuk terpenuhinya kebutuhan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama rumah terjangkau dan layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti pada pembukaan Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018, di Hall A & B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (22/9) mengatakan, Kementerian PUPR terus berupaya untuk menyediakan rumah dengan harga terjangkau dan layak huni bagi MBR.

“Pemerintah memberikan kemudahan bagi MBR untuk mendapatkan tempat tinggal layak melalui pemberian subsidi uang muka, bunga pinjaman, serta stimulan penyediaan prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU). Terobosan dan pemikiran- pemikiran baru dibutuhkan untuk mensukseskan program perumahan bagi masyarakat,” kata Lana.

Program ini merupakan gerakan bersama pemerintah, daerah, dunia usaha (pengembang), dan masyarakat dimana setiap tahunnya ditargetkan mencapai jumlah satu juta unit hunian. Program ini meliputi penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan proporsi sekitar 70%, dan 30% bagi non-MBR.

Terkait kualitas hunian, Kementerian PUPR juga melakukan pengawasan kualitas rumah subsidi yang dibangun oleh pengembang agar memenuhi standar layak huni dengan membangun Sistem Informasi Registrasi Pengembang (Sireng). Saat ini, sudah terdaftar sebanyak sekitar 10 ribu pengembang dan 16 asosiasi.

Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pameran ini akan meningkatkan percepatan realisasi satu juta rumah. Target KPR baru yang akan tercapai selama IPEX berlangsung senilai Rp5 triliun, baik KPR subsidi maupun non-subsidi.

Booth Kementerian PUPR Tampilkan Risha

Kementerian PUPR turut berpartisipasi dalam pameran tersebut dengan booth berupa purwa rupa rumah Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat). Para pengunjung dapat melihat langsung dan mendapatkan penjelasan dari petugas mengenai pembangunan Risha dan dekorasi rumah di dalam rumah Risha.

Di samping itu juga terdapat area mini talkshow, tempat bermain anak, serta panel informasi mengenai program penyediaan dan pembiayaan perumahan Kementerian PUPR.

Pameran yang berlangsung pada 22 - 30 September 2018 diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Perumahan Nasional yang diperingati setiap 25 Agustus. Pengunjung dapat melihat pameran secara gratis. Pemeran diikuti oleh 149 pengembang yang menawarkan 700 proyek terdiri dari KPR subsidi maupun non-subsidi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA